Malang (Antara Bali) - Wali Kota Malang Peni Suparto secara tegas menyatakan, dirinya sama sekali tidak takut dengan ancaman Mendagri terkait keikutsertaan para kepala daerah yang memberikan dukungan terhadap aksi-aksi yang menolak penaikan harga BBM.
"Segala sesuatu dan apapun yang kebijakan maupun sikap pasti ada risikonya, termasuk ditegur Mendagri, bahkan kemungkinan juga dipecat. Saya sudah memperhitungkan apa yang bakal saya terima ketika saya menentang kebijakan kenaikan harga BBM," tegas Peni di Malang, Jumat.
Hal itu dikemukakan politisi dari PDIP tersebut usai berorasi di depan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) PTN-PTS di Malang yang menggelar unjuk rasa di kawasan gedung DPRD dan Balai Kota Malang.
Ia mengemukakan, sebelum dirinya menjadi wali kota, ia juga tidak punya apa-apa, tapi berani mengambil sikap, apalagi sekarang sudah punya apa-apa dan menjadi wali kota, sehingga lebih berani.
Menyinggung surat teguran secara resmi dari mendagri, Peni mengatakan, sampai saat ini masih belum ada. "Kalau nama saya sudah disebut, pasti nanti ada surat tertulis dan resmi, tapi sampai kini belum ada," tegasnya.(IGT)