Klungkung (ANTARA) - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan rapat dengan Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) setempat untuk membahas realisasi proyek fisik yang lebih lambat dibanding tahun sebelumnya,
“Dari laporan yang saya terima pergerakan kegiatan proyek fisik kita ini lambat sekali, kalau dibandingkan tahun lalu progressnya sangat menurun,” kata Suwirta, di Klungkung, Bali, Jumat.
Dalam rapat dengan ULP (16/5) itu, ia menyatakan pihaknya telah mengecek perkembangan realisasi proyek yang dananya bersumber dari APBD maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).
Menurut Bupati asal Nusa Ceningan ini, ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang pergerakannya memang lambat terutama untuk penggunaan anggaran yang bersumber dari DAK, padahal dalam perencanaan sudah mendapat pendampingan dari ULP.
Ia menyebutkan, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lambat antara lain Dinas Pendidikan yang tidak ada pergerakan serta Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperasi yang menangani pengadaan eskalator di Blok A Pasar Seni Semarapura.
“Saya harus masuk ke OPD untuk menanyakan sejauh mana proses itu, dimana kendalanya, jangan sampai nanti di triwulan terakhir gagal tender,” katanya didampingi Kabag Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Klungkung A.A Gede Lesmana.
Terkait permasalahan ini, ia berharap kepala OPD bisa lebih giat lagi, agar proyek yang sudah direncanakan berjalan sesuai dengan tahapan serta tepat waktu.
Namun ia mengungkapkan, belajar dari keterlambatan ini, pihaknya akan melakukan evaluasi agar di tahun-tahun mendatang kegiatan fisik yang sifatnya besar, perencanaannya bisa dibuat di APBD Perubahan sehingga awal tahun berikutnya bisa langsung dikerjakan.
“Ini sudah berulangkali saya sampaikan ternyata banyak OPD yang tidak paham, termasuk beberapa kekurangan kita dalam SDM dan tenaga yang berkompeten,” katanya.
Sementara itu dari data di ULP Pemkab Klungkung dari 80 paket pekerjaan di tahun 2019, 31 diantaranya sedang dalam proses jadwal lelang, seperti uppload dokumen penawaran, pembukaan penawaran dan lainnya.
Enam paket pekerjaan lainnya sudah selesai diproses, meliputi paket pekerjaan di Dinas Perhubungan berupa belanja jasa pengoperasian KPM Nusa Jaya Abadi tahun 2019, dan jasa pengoperasian layanan angkutan siswa di Kecamatan Klungkung, paket pekerjaan Dinas Komunikasi dan Informatika berupa belanja hibah barang kepada Polres Klungkung, Dinas Kesehatan berupa relokasi pembangunan Puskesmas Banjarangkan II, dan belanja berupa pengawasan relokasi pembangunan Puskesmas Banjarangkan II dan paket pekerjaan di RSUD Klungkung berupa pengadaan lift pasien di Gedung Gema Santi dan lift petugas dan barang di Gedung IBS.
Cek OPD
Setelah mengecek menurunnya pergerakan proyek fisik tahun 2019 di Bagian Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta langsung mengecek ke OPD yang menangani guna memastikan permasalahannya.
Pada hari yang sama (16/5), ada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sempat dikunjungi Suwirta, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk menanyakan perkembangan paket pekerjaan baik melalui dana APBD maupun DAK tahun 2019.
Di Dinas Pertanian, ia secara khusus menanyakan perkembangan pensertifikatan sapi bali di Nusa Penida, yang dengan adanya sertifikat harga jual sapi tersebut lebih mahal dari sapi lainnya.
"Dengan harga jual yang tinggi, masyarakat akan bersemangat untuk memelihara sapi. Saya minta dinas terkait fokus dalam pembibitan, karena setelah sapi banyak baru berbicara tentang dagingnya. Itu target khusus saya, dibuat gebrakan atau inovasi agar masyarakat kembali bergairah memelihara sapi. Dengan tanda sertifikat itu saya berharap harga jual sapi bisa lebih mahal dari sapi lainnya,” katanya.
Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Klungkung Ni Ketut Suartini mengatakan, seluruh perencanaan terkait paket pekerjaan di dinasnya sudah dilakukan, tinggal pelaksanaan fisik.
Terkait penyertifikatan sapi di Nusa Penida, Kabid Produksi Peternakan I Nyoman Ladra mengatakan, saat ini ada sekitar 300 sapi yang telah diisi tanda pada telinganya.
Sementara itu, terkait paket pekerjaan di Dinas Komunikasi dan Informatika berupa belanja hibah barang kepada Polres Klungkung, Kepala Dinas Komunikasi Dan Informasi Wayan Parna mengatakan, semua sudah diproses dan penyedia/rekanan tinggal mengirim barangnya ke Klungkung setelah Hari Raya Idul Fitri.
Menurutnya, pembelian satu set sound system melalui dana APBD 2019 dilakukan melalui e-katalog. “Semuanya sudah proses tinggal pengiriman barangnya saja. Kita sudah siapkan berita acaranya dan nanti akan diserahkan langsung Bapak Bupati,” katanya.
