Denpasar (ANTARA) -

BUMD PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali memperkuat strategi bisnis di tahun 2026 setelah Pemerintah Provinsi Bali menyuntikkan setoran modal sebesar Rp445 miliar.

“Pertumbuhan kredit asumsi kami bisa minimal sembilan persen,” kata Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma di Denpasar, Kamis.

Selain pertumbuhan kredit, tambahan modal dari pemerintah daerah Bali itu juga diarahkan untuk memperkuat teknologi informasi termasuk digitalisasi, kemudian mendukung proyek strategis untuk mendorong capaian bisnis di Bali.

Laba juga ditargetkan naik menjadi Rp1,2 triliun pada 2026 atau 11 persen dibandingkan 2025 sebesar Rp1,1 triliun.

Selain itu, pihaknya akan memperkuat manajemen risiko dengan jalur yang masih konservatif yakni untuk kredit bermasalah (NPL) tidak melebihi 1,35 persen, dengan realisasi NPL pada 2025 mencapai 0,80 persen.

Saat ini, peraturan daerah yang mengatur suntikan modal berupa Rp300 miliar tunai dan Rp145 miliar berupa inbreng aset tanah untuk pembangunan gedung kantor pusat baru, masih menunggu evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Meski mendapat komitmen tambahan modal, namun target penyaluran kredit 2026 sebesar sembilan persen itu hampir sama dengan realisasi 2025 sebesar 9,51 persen.

Sudharma menjelaskan bahwa target itu sesuai rencana bisnis bank yang sudah dikirim kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jauh sebelum ada komitmen tambahan modal dari pemegang saham.

Dengan begitu, pihaknya tetap sesuai target yang tertera dalam rencana bisnis karena mencermati kondisi geopolitik global yang berpengaruh kepada industri pariwisata.

Selain itu, dari sisi kondisi dalam negeri, ia juga mengantisipasi dinamika kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi di antaranya dari dana transfer ke daerah (TKD) yang juga berperan mempengaruhi perputaran ekonomi daerah.

“Beberapa kebijakan pusat berpengaruh seperti pengurangan TKD, dana desa, ini yang harus dikaitkan dengan volume bisnis,” ucapnya.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026