Badung (ANTARA) - Pemerintah menghubungkan 1.000 UMKM ekonomi kreatif di Bali dengan akses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Terjadi akad KUR 1.000 UMKM, ini bukti bahwa Menteri UMKM dan Menteri Ekraf terus hadir berusaha melayani agar melalui BRI dan bank-bank lainnya terus memberikan akses permodalan keuangan kepada UMKM kita,” kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Kabupaten Badung, Rabu.

Muhaimin menjelaskan, bantuan KUR ini penting di tengah berbagai tantangan global, sebab UMKM merupakan tulang punggung Indonesia yang terus harus berjalan.

“Sehingga saya mengajak seluruh kementerian dan lembaga, lembaga keuangan, pemerintah daerah seperti Bali ini sukses bisa kita duplikasi ke berbagai pemerintah daerah, kolaborasi total memberikan pelayanan memadai dan menggunakan data fakta bahwa rata-rata UMKM kita memang butuh (KUR) untuk bekerja bukan untuk disalahgunakan,” ujarnya.

Menurut Menko PM, kegiatan Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan di Bali yang digelar di Universitas Udayana ini menunjukkan komitmen pemerintah berkolaborasi memfasilitasi agar ekosistem UMKM terjaga.

Pemerintah bertekad untuk terus mencari jalan keluar agar di tengah himpitan ekonomi global, UMKM dan ekonomi kreatif tetap tumbuh dan naik kelas.

“15 tahun terakhir industri kita mengalami berbagai hambatan, kita tahu pahlawan yang akan memberikan solusi ekonomi adalah UMKM yang menopang di tengah keadaan industri yang lagi stagnasi, sehingga stagnasi dunia usaha harus kita hadapi dengan kolaborasi yang menumbuhkan produktivitas dan meningkatkan kelas seluruh pelaku UMKM,” kata Menko PM.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik menambahkan dalam kegiatan ini, pemberian KUR difokuskan kepada UMKM ekonomi kreatif dengan lembaga penyalur adalah BRI, BPD Bali, KSP Guna Prima Dana, Pegadaian, BNI, Bank Mandiri, dan Bank Mandiri Taspen.

Jika dihitung sejak 1 Januari, program KUR dari lembaga keuangan telah menjangkau 1,6 juta debitur dengan nilai mencapai Rp102,8 triliun, dimana sekitar 8 persen atau Rp8,9 triliun-nya tersalurkan ke sektor ekonomi kreatif.

Sementara untuk di Provinsi Bali saja penyaluran KUR tahun 2026 telah mencapai Rp4,1 triliun yang menjangkau 49,8 ribu debitur UMKM dengan penyaluran pada ekonomi kreatif mencapai Rp597 miliar.

Atas kegiatan ini, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan terima kasih, mengingat pada tahun 2025 lalu penyaluran KUR di Bali sebanyak Rp10,6 triliun menyentuh 103.549 debitur.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026