Semarapura (Antara Bali) - Bupati Klungkung, Bali I Nyoman Suwirta seusai mengikuti kegiatan olahraga serangkaian hari bebas kendaraan (Car Free Day-CFD) langsung menggelar rapat mendadak untuk membahas langkah-langkah yang dilakukan sehubungan terjadinya erupsi Gunung Agung, di Monumen Pancasila Lapangan Puputan klungkung, Minggu.
Rapat dadakan melibatkan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah untuk mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk mengaktifkan kembali tim yang telah dibentuk sebelumnya.
Ia mengharapkan semua pimpinan organisasi perangkat daerah dapat mengambil langkah cepat dan tepat terkait meningkatkan aktivitas Gunung Agung.
"Tunjukkan semangat gotong royong dan rasa kebersamaan kita menolong sesama, lebih-lebih Klungkung merupakan tetangga terdekat Kabupaten Karangasem," ujar Bupati Suwirta.
Selain itu, pergerakan pengungsi dan situasi akan pasti cepat berubah karena aktivitas gunung semakin aktif. Agar masyarakat tidak panik, di sinilah peran Diskominfo dalam melakukan imbauan dan infomasi kepada masyarakat agar masyarakat bisa tetap tenang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung Putu Widiada menyampaikan bahwa telah terjadi erupsi Gunung Agung pada Sabtu 25 November pukul 17:00 WITA.
Abu vulkanik teramati berwarna kelabu-kehitaman dengan intensitas tebal dan tinggi 1.500-2.500 meter di atas puncak kawah, dan status masih Level III (Siaga) yakni agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius enam kilometer ditambah perluasan sektoral sejauh 7.5 km ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya.
Hujan abu yang terjadi juga sangat berbahaya dan berdampak negatif bagi kesehatan. "kalau mau keluar rumah masyarakat diimbau untuk memakai jaket, kacamata, topi dan yang paling penting adalah masker," ujar Widiada.
Oleh sebab itu seluruh masyarakat yang mengikuti kegiatan olahraga pada CFD di Lapangan Puputan Klungkung seluruhnya menggunakan masker. (WDY)
