Gubernur Pastika Upayakan Hadiri "Pesamuhan" MUDP

Gubernur Pastika Upayakan Hadiri

Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima audiensi panitia Pesamuhan Agung MUDP Bali di Denpasar. (Antara Bali Via Humas Pemprov Bali/wdy/2017)

Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika berjanji akan mengupayakan untuk menghadiri dan membuka acara "Pesamuhan Agung" yang diselenggarakan oleh Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) provinsi setempat pada 15 November 2017.

"Desa pakraman (desa adat) harus terus dikawal agar eksistensinya sesuai dengan harapan masyarakat. Mengingat pentingnya acara ini, saya akan berupaya menghadiri," katanya saat menerima audiensi panitia Pesamuhan Agung MUDP Bali di Denpasar, Senin.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Bali setiap tahun sudah mengucurkan anggaran hampir Rp1 triliun untuk eksistensi desa pakraman.

"Keberadaan desa pakraman di Bali penting untuk menjaga ketertiban masyarakat. Yang terpenting kita harus memastikan apa yang dilakukan desa pakraman jangan melanggar aturan," ucap Pastika.

Sementara itu, Ketua atau Bendesa Agung MUDP Provinsi Bali Jero Gede Putus Suwena Upadesha mengatakan MUDP Bali sudah eksis selama 13 tahun untuk mengawal keberadaan desa pakraman di provinsi setempat.

Dalam rentang waktu tersebut banyak rintangan, gangguan dan tantangan yang dihadapi oleh MUDP Bali, terutama bagaimana desa pakraman menghadapi tantangan era globalisasi.

"Itu sebabnya, dalam pesamuhan agung (pertemuan tahunan) kali ini, MUDP Bali mengangkat tema `Peningkatan Eksistensi Desa Pakraman dalam Menghadapi Tantangan Global`," katanya.

Menurutnya, diperlukan penguatan terhadap implementasi filosofi Tri Hita Karana di desa pakraman.

Oleh karena itu, ia berharap Gubernur Bali Made Mangku Pastika bisa memberi masukan dan memberi kebijakan kepada desa pakraman dalam menghadapi tantangan ke depan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesamuhan Agung MUDP Bali Dr Luh Riniti Rahayu mengatakan kegiatan Pesamuhan Agung akan dihadiri kurang lebih 350 peserta yang berasal dari 274 orang Majelis Desa Pakraman baik di tingkat pusat, madya dan alit serta perwakilan organisasi masyarakat yang terkait.

Oleh karena banyaknya hal penting yang harus dibahas untuk memperkuat desa pakraman, acara sudah didahului dengan FGD dan puncaknya adalah kegiatan pada Rabu (15/11) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar. (WDY)
?>