Semarapura (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali melaksanakan lomba desa terpadu sebagai salah satu inovasi mendukung kebijakan pemerintah pusat atas kemajuan kinerja dalam mendorong percepatan pembangunan dari daerah pinggiran.
"Program yang diluncurkan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Lapangan Puputan setempat, penilaian kali ini menekannya pada penampilan desa," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Klungkung, Ketut Suadnyana dalam siaran Pers yang diterima Antara di Denpasar, Selasa.
Penilaian dalam lomba desa terpadu tahun 2017 menurut Bupati Suwirta menitikberatpak pada capaian menyangkut lingkungan hidup, sarana, prasarana dan bidang pemenuhan kebutuhan dasar yaitu kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Ketiga aspek yang menjadi penilaian tim juri yang beranggotakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) akan direkapitulasi dan pemenangnya diberikan kepada tiga desa dengan nilai tertinggi. Para pemenang akan diberikan hadiah dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
"Mari kita bersama melangkah bergandengan tangan dalam semangat Gema Santi untuk melaksanakan pembangunan mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Suwirta.
Upaya mempercepatan pembangunan dari desa (pinggiran) ditandai dengan meningkatnya kewenangan dan anggaran yang diberikan kepada masing-masing ke desa. Demikian pula adanya kebijakan sinergitas pembangunan pusat sampai desa untuk menyamakan arah dan target pembangunan sehingga fokus dan mampu mendorong percepatan target pembangunan.
Untuk itu Bupati Suwirta pada peluncuran Lomba Desa Terpadu itu menyerahan buku panduan lomba kepada kepada Camat se-Kabupaten Klungkung. Lomba desa terpadu dimaksudkan sebagai bahan evaluasi keberhasilan pelaksanaan pembangunan daerah serta memberikan pemetaan permasalahan pembangunan.
Upaya itu sekaligus diharapkan mampu meningkatkan peranserta aktif masyarakat dalam pembangunan dan meningkatkan sinergitas pembangunan daerah dengan desa, sekaligus menetapkan desa yang berprestasi dan inovatif melaksanakan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.
"Sasaran lomba adalah seluruh desa yang ada di Kabupaten Klungkung dan penilaiannya dilaksanakan oleh 24 perangkat daerah sesuai bidang urusan yang menjadi kewenangannya," ujar Bupati Suwirta. (WDY)
