Jakarta (Antara Bali) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2017 terjadi deflasi 0,02 persen.
Sebelumnya, pada Februari 2017 terjadi inflasi mencapai 0,23 persen dan laju inflasi Januari 2017 sebesar 0,97 persen.
Dengan
demikian, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2017 sebesar
1,19 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2017 terhadap
Maret 2016) sebesar 3,61 persen.
Deflasi
terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya
beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan
sebesar 0,66 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan
sebesar 0,13 persen.
Sedangkan kelompok
pengeluaran yang mengalami inflasi, yaitu: kelompok makanan jadi,
minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,31 persen; kelompok perumahan,
air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,30 persen; kelompok sandang
sebesar 0,18 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen; dan
kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,08 persen. (WDY)