Dispar Bali minta pengelola DTW pangkas pohon rawan roboh saat hujan
- 5 Desember 2025 19:21
Petugas keamanan berjaga di depan pintu masuk objek wisata Monkey Forest di Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (11/12/2024). Objek wisata tersebut ditutup sementara imbas dua wisatawan mancanegara meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang yang terjadi pada Selasa (10/12). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Wisatawan mancanegara melintas di depan pintu masuk objek wisata Monkey Forest di Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (11/12/2024). Objek wisata tersebut ditutup sementara imbas dua wisatawan mancanegara meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang pada Selasa (10/12/2024). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Seorang pekerja memotong pohon menggunakan gergaji mesin di dekat garis polisi di area objek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (11/12/2024). Objek wisata tersebut ditutup sementara imbas dua wisatawan mancanegara meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang pada Selasa (10/12/2024). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Seorang pekerja memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin pascapohon tumbang di area objek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (11/12/2024). Objek wisata tersebut ditutup sementara imbas dua wisatawan mancanegara meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang pada Selasa (10/12/2024). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Seorang pekerja memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin pascapohon tumbang di area objek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (11/12/2024). Objek wisata tersebut ditutup sementara imbas dua wisatawan mancanegara meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang pada Selasa (10/12/2024). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Sejumlah pekerja dan warga bergotong-royong membersihkan batang dari pohon yang tumbang di area objek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (11/12/2024). Objek wisata tersebut ditutup sementara imbas dua wisatawan mancanegara meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang pada Selasa (10/12/2024). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.