Pemkab Gianyar Gelar Pasar Murah Sambut Nyepi

Pemkab Gianyar Gelar Pasar Murah Sambut Nyepi

Pemerintah Kabupaten Gianyar, bekerja sama dengan Bulog Bali menggelar pasar murah yang menjual kebutuhan bahan pokok di pasar umum. (Humas Pemkab Gianyar)

Gianyar (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Gianyar, bekerja sama dengan Bulog Bali menggelar pasar murah yang menjual kebutuhan bahan pokok menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1939 serta Hari Raya Galungan dan Kuningan di pasar umum, Selasa.

Kegiatan pasar murah tersebut mendapat perhatian besar dari masyarakat setempat sehingga berbagai jenis kebutuhan bahan pokok dalam waktu singkat habis terjual, bahkan beberapa warga lainnya tidak kebagian.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar Dra Ni Wayan Adnyaningsih menjelaskan kebutuhan bahan pokok yang dijual antara lain beras kemasan lima kg sebayak 25 bungkus dan beras C4 sebanyak 36 bungkus.

Gula pasir kemasan satu kg sebanyak 80 bungkus, telur sebanyak 10 krat, bawang putih 15 kg dan minyak goreng Rose Brand sebanyak 4 dus.

Beras dalam kemasan lima kilogram itu dalam kegiatan pasar murah itu dijual Rp48.000 lebih murah dibanding di pasar umum Rp50.000 hingga Rp55.000, gula pasir Rp12.500 per Kg, telur Rp32.000 per krat, bawang putih Rp34.000 per kg, dan minyak goreng Rose Brand Rp24.000 per dua liter.

Semua jenis barang tersebut dijual lebih murah dari pasaran umum dengan kisaran Rp1.000 hingga Rp2.000.

Wayan Adnyaningsih menjelaskan, kegiatan pasar murah yang digelar secara berkesinambungan dalam menyambut hari raya keagamaan diharapkan mampu membantu masyarakat dan menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok.

Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Pasar Umum Sukawati, Rabu (21/3). Selain memantau harga, juga untuk memastikan ketersedian sembako dan menekan kenaikan harga yang melambung.

Kepala Pasar Umum Gianyar Nengah Nama Artawa mengatakan, secara umum harga sembako di Pasar masih terbilang stabil. Belum ada kenaikan harga yang signifikan terjadi pada beberapa jenis sembako, termasuk persediaan dalam jumlah memadai.

Dengan dilaksanakannya kegiatan pasar murah ini akan mampu menekan kenaikan harga menjelang Hari Raya Nyepi (28/3) menyusul Hari Raya Galungan (5/4) dan Hari Raya Kuningan Sabtu (15/4).

Kegiatan pasar murah tersebut diumumkan secara meluas ke masyarakat perdesaan dan perkotaan dengan menggunakan pengerus suara keliling. (WDY)