Pulaki (Antara Bali) - Resimen Induk Kodam IX/Udayana akan memiliki kolam renang enam jalur di Kabupaten Tabanan yang bisa dipergunakan untuk umum.
"Kami berupaya memberikan yang kami miliki agar bisa memanfaatkan oleh masyarakat umum. Kolam renang ini, selain untuk berolahraga juga untuk berekreasi," kata Komandan Resimen Induk Kodam IX/Udayana, Kolonel (Inf) Yuliarto kepada ANTARA, di Pulaki, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin.
Menurut dia, kolam renang yang dibuat di lingkungan Markas Resimen Induk Kodam IX/Udayana itu berukuran panjang 30 meter dan lebar 12 meter, dengan kedalaman variatif antara satu meter hingga dua meter.
"Selain itu terdapat kolam untuk anak-anak. Tujuannya agar kegemaran mereka untuk berolahraga air bisa terbentuk sejak anak-anak," katanya.
Kolam renang itu juga bisa dipergunakan untuk keperluan militer, di antaranya untuk menguji kemampuan renang militer calon personel militer di lingkungan Kodam IX/Udayana atau untuk para calon perwira siswa yang akan menempuh pendidikan di sekolah lanjutan perwira.
Untuk bisa menempuh pendidikan lanjutan perwira, kemampuan renang militer menjadi salah satu parameter kesamaptaan jasmani yang menjadi persyaratan. Renang militer adalah renang menyandang senjata menuju titik konsentrasi lawan.
Yuliarto berada di Pulaki untuk membuka pendidikan sekolah infantri bintara reguler tahun anggaran 2010, di Depo Pendidikan dan Latihan Resimen Induk Kodam IX/Udayana. Sebanyak 186 siswa bintara reguler dididik sesuai kecabangan infantri selama empat bulan agar bisa menjadi komandan regu di peleton-peleton batalyon infantri TNI-AD.
Dalam pendidikan itu, para siswa akan diajarkan teknik dasar kecabangan infantri, di antaranya meliputi ilmu medan dan navigasi darat, persenjataan perorangan dan ringan, teknik infiltrasi, hukum dan HAM, serta pengetahuan lain kemiliteran.
Pada musim pendidikan semester pertama 2011, akan dilakukan tiga macam pendidikan di instalasi pendidikan Kodam IX/Udayana itu. Selain pendidikan kecabangan infantri bintara itu, juga akan dilakukan pendidikan kecabangan infantri bagi para tamtama dan bintara reguler.
Sebelum dididik di sekolah kecabangan infantri itu, para siswa bintara harus sudah menguasai kesemaptaan jasmani, meliputi kesehatan fisik dan kemahiran berenang.(*)
