CHANDI 2025 lahirkan Bali Cultural Initiative Declaration
- 4 September 2025 17:48
Seorang delegasi mengamati produk tas di stan UMKM di area Konferensi Budaya Internasional Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (3/9/2025). Berbagai kerajinan tradisional nusantara ditampilkan di stan UMKM CHANDI 2025 untuk mempromosikan kepada delegasi negara-negara peserta. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Seorang perajin mengajarkan delegasi cara membatik di stan UMKM di area Konferensi Budaya Internasional Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (3/9/2025). Berbagai kerajinan tradisional nusantara ditampilkan di stan UMKM CHANDI 2025 untuk mempromosikan kepada delegasi negara-negara peserta. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Seniman menampilkan pertunjukan seni Cancala Bhuwana Chandika saat pembukaan konferensi budaya internasional Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (3/9/2025). Forum yang digelar pada 3-5 September 2025 tersebut mengusung tema Culture for the Future dengan menghadirkan perwakilan dari 40 negara untuk memperkuat diplomasi budaya sebagai sarana membangun perdamaian dan pembangunan berkelanjutan, mendorong strategi inovatif untuk pelestarian dan pemajuan budaya, pendekatan berbasis masyarakat dalam kebijakan kebudayaan, serta kolaborasi lintas negara demi membangun ekosistem budaya yang inklusif. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno (keenam kanan), Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kelima kiri) dan sejumlah delegasi negara mengikuti sesi foto di sela pembukaan konferensi budaya internasional Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (3/9/2025). Forum yang digelar pada 3-5 September 2025 tersebut mengusung tema Culture for the Future dengan menghadirkan perwakilan dari 40 negara untuk memperkuat diplomasi budaya sebagai sarana membangun perdamaian dan pembangunan berkelanjutan, mendorong strategi inovatif untuk pelestarian dan pemajuan budaya, pendekatan berbasis masyarakat dalam kebijakan kebudayaan, serta kolaborasi lintas negara demi membangun ekosistem budaya yang inklusif. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno (kiri) berjalan bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kedua kanan), Gubernur Bali Wayan Koster (tengah), dan sejumlah delegasi negara di sela pembukaan konferensi budaya internasional Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (3/9/2025). Forum yang digelar pada 3-5 September 2025 tersebut mengusung tema Culture for the Future dengan menghadirkan perwakilan dari 40 negara untuk memperkuat diplomasi budaya sebagai sarana membangun perdamaian dan pembangunan berkelanjutan, mendorong strategi inovatif untuk pelestarian dan pemajuan budaya, pendekatan berbasis masyarakat dalam kebijakan kebudayaan, serta kolaborasi lintas negara demi membangun ekosistem budaya yang inklusif. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno (tengah) dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kedua kiri) memukul alat musik tradisional disaksikan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha (kedua kanan), Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta (kanan), dan Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) saat pembukaan konferensi budaya internasional Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (3/9/2025). Forum yang digelar pada 3-5 September 2025 tersebut mengusung tema Culture for the Future dengan menghadirkan perwakilan dari 40 negara untuk memperkuat diplomasi budaya sebagai sarana membangun perdamaian dan pembangunan berkelanjutan, mendorong strategi inovatif untuk pelestarian dan pemajuan budaya, pendekatan berbasis masyarakat dalam kebijakan kebudayaan, serta kolaborasi lintas negara demi membangun ekosistem budaya yang inklusif. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.