"Saya mendapat kesempatan dalam sebuah pertemuan tingkat internasional di Korsel untuk memaparkan tentang potensi dan peluang kapal pesiar di Indonesia, dengan harapan kapal wisata dari berbagai negara dapat berlayar ke Indonesia," kata Ida Bagus Surakusuma yang juga Konsul Kehormatan Polandia di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, Korea Selatan merupakan salah satu pasaran potensial pariwisata Indonesia, karena masyarakatnya semakin banyak mengadakan perjalanan wisata ke berbagai negara, termasuk nusantara.
Kementerian Pariwisata melakukan berbagai upaya dan terobosan dalam menggarap pasar Korea Selatan, dengan harapan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat negara tersebut.
Hal itu dilakukan karena hampir semua pemerintah kabupaten, kota dan provinsi di Indonesia mengembangkan sektor pariwisata sesuai dengan daya tarik dan potensi keunggulan masing-masing daerah.
Surakusuma yang akrab disapa Ida Bagus Lolec itu menilai perlunya pemerintah, baik pemerintah kabupaten/kota dan provinsi untuk bersinergi dengan komponen pariwisata, termasuk biro perjalanan wisata (BPW) guna meraup potensi pasar wisata di mancanegara.
"Sinergisitas itu sangat penting jangan sampai wisman yang datang ke sebuah pulau dilepas begitu saja oleh BPW, karena berdasarkan pengalaman, ada tamu yang mau diajak ke suatu tempat, namun ada juga yang tidak, sehingga mesti diakomodir oleh pemerintah," kata Ida Bagus Lolec yang hampir setengah abad bergelut dalam sektor pariwisata di Bali.
Pria yang sukses mengelola BPW dan hotel yang belakangan disibukkan memberikan presentasi ke sejumlah daerah di Indonesia yang tengah gigih memacu pengembangan pariwisata mengingatkan, pemerintah dan komponen pariwisata saling melengkapi.
Upaya itu dengan melakukan promosi bersama ke pasaran potensial seperti yang dilakukan Kementerian Pariwisata untuk menggarap pasaran Korea Selatan, ujar Ida Bagus Lolec. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut SutikaEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.