Amlapura (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika optimistis program bedah rumah bisa segera dituntaskan jika kepedulian berbagai komponen masyarakat untuk membantu mereka yang kurang mampu dapat terus dibangun dan ditingkatkan.
"Misalnya sekarang ini masyarakat yang kaya-kaya di Karangasem mau menyumbang satu unit saja bedah rumah dalam setahun, saya yakin semua masyarakat miskin yang tidak memiliki rumah akan terbantu dan akan selesai hanya dalam setahun," kata Pastika saat meninjau penerima bantuan bedah rumah di Desa Seraya Barat, Amlapura, Karangasem, Sabtu.
Menurut dia, jika saja masyarakat Karangasem yang memiliki kemampuan lebih mau untuk menyisihkan penghasilannya untuk masyarakat miskin, ia meyakini bahwa tidak ada lagi masyarakat miskin di Karangasem yang tidak memiliki rumah.
Pastika menambahkan, jika dikerjakan bersama-sama antara Pemprov Bali, Kabupaten, CSR dari perusahan dan bantuan masyarakat luas, bedah rumah dapat dituntaskan dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, dia juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada awak media yang selalu memberitakan kondisi dari keluarga miskin.
"Mereka yang telah memberitakan ini adalah wartawan hebat dan layak untuk diapresiasi, kalau tidak ada mereka mungkin kita tidak tahu kalau ada yang seperti ini di sini," katanya.
Dalam peninjauan tersebut, Pastika yang turut didampingi oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Inspektur Provinsi Bali Ketut Teneng, Kepala Dinas Sosial I Nyoman Wenten dan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra menyempatkan diri unruk melihat-lihat kondisi bantuan bedah rumah yang diterima oleh Gede Dukat.
Pastika menyatakan akan segera membantu apa yang masih kurang dalam rumah tersebut. "Nanti untuk tempat air bersih saya akan bantu satu tangki air, dan untuk listriknya mestinya ini memakai solar cell karena kondisi wilayah di sini yang tidak memungkinkan untuk listrik masuk," ucapnya.
Menurut dia, tidak sebatas bedah rumah saja yang harus dilakukan, namun masih banyak yang bisa diberikan untuk membantu masyarakat miskin tersebut.
"Paling tidak nanti listriknya bisa dipakai sampai malam sehingga mereka bisa lebih produktif dalam mencari penghidupan apalagi mereka juga memproduksi kerajinan anyaman tikar dan ingka," ujarnya.
Sementara itu penerima bedah rumah Gede Dukat mengaku sangat berterima kasih Pemprov Bali atas bantuan bedah rumah yang telah diterimanya.
Dengan adanya bantuan bedah rumah tersebut, dirinya merasa sangat terbantu dan mengurangi beban hidupnya selama ini. Ia mengaku dengan adanya bantuan bedah rumah ini menjadi lebih fokus dalam mencari penghidupan untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari dirinya yang hidup bersama istrinya Nengah Mudrianiasih dan 4 orang anaknya.
Dia mengharapkan agar bantuan - bantuan Pemprov Bali seperti yang ia terima, dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dapat diterima oleh orang-orang yang bernasib sama dengan dirinya sehingga secara bertahap mampu mengurangi kemiskinan yang ada di Bali khusunya di Kabupaten Karangasem.
Selain bantuan bedah rumah, keluarga Gede Dukat juga memperoleh bantuan sembako dari Dinas Sosial dan satu ekor bibit babi dari BK3S Provinsi Bali yang diserahkan secara langsung oleh Kepala Dinas Sosial I Nyoman Wenten. (WDY)
