"Kami masih melakukan pendalaman dan tim sudah bergerak melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Kepala Polsek Kota Singaraja, Kompol Nyoman Suarnata, Rabu.
Ia menjelaskan, pihaknya mendapat laporan seorang ibu yang tidak ingin disebutkan namanya menerima uang palsu dari laki-laki tidak dikenal. Semula pelaku membeli sebungkus rokok kepada korban dan tidak lama kemudian tanpa rasa curiga dia berbelanja ke toko.
"Di sana baru diketahui uang diterima sebelumnya justru palsu senilai Rp100 ribu sebanyak dua lembar dan korban langsung melaporkan kepada pihak Kepolisian," katanya.
Dikatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif kepada korban untuk mendapatkan data lebih lengkap mengenai ciri-ciri orang yang diduga berbelanja dengan uang palsu tersebut.
Suarnata menambahkan, pihaknya menduga terdapat jaringan pengedar uang palsu bermain di Bali Utara. "Kami menduga ada jaringan khusus dimana dapat menjalankan aksi tanpa jejak," kata dia.
Sementara itu, pihaknya berpesan kepada masyarakat segera melaporkan kepada petugas terkait jika ternyata menemukan upal dan diingatkan selalu waspada.
"Kepada masyarakat dan pedagang yang rutin bertransaksi supaya lebih berhati-hati menerima uang pecahan Rp50 ribu atau 100 ribuan. Lebih teliti mengecek uang melalui 3D, dilihat, diraba, dan diterawang," ujar dia. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Made Bagus Andi PurnomoEditor : I Made Andi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.