Denpasar (Antara Bali) - Asosiasi Chief Engineering (ACE) Bali meningkatkan pelatihan anggota melalui kegiatan seminar dan loka karya atau "workshop" dalam menghadapi perdagangan bebas di era Masyarakat Ekonomi Asean 2015.
"Kegiatan pelatihan rutin kami lakukan setiap bulan sekali yang bekerja sama dengan BLK untuk melakukan pelatihan itu," kata Ketua Asosiasi Chief Engineering (ACE) Bali, Arry Wibowo, di Denpasar, Minggu.
Selain meningkatkan SDM melalui pelatihan, pihaknya mengakui ada sertifikasi untuk anggota ACE yang dilakukan oleh Politeknik Bali sehingga diharapkan dapat bersaing dalam pasar bebas nanti. Ia menuturkan sejauh ini "Chief Engineering" sudah memenuhi syarat sertifikasi sebanyak 20 persen dari 170 anggota yang ada di Pulau Dewata.
"Saya menargetkan anggota yang memperoleh sertifikasi tersebut mencapai 80 persen menjelang MEA," katanya.
Arry menambahkan anggota ACE Bali saat ini sudah sangat siap dalam menghadapi persaingan global itu mengingat sudah banyak terbukti putra daerah yang bertahan menjadi "Chief Engineering" di daerah-daerah luar Pulau Dewata dan negara lain.
Pihaknya juga terus mendorong kepada anggota ACE untuk terus menambah wawasannya dan siap dalam berbagai tantangan yang dihadapi nanti. "Anggota ACE tidak perlu jauh-jauh lagi untuk melakukan sertifikasi karena di Bali sendiri sudah ada karena sudah ada beberapa lembaga Egineer yang membuka itu," ujarnya.
Ia menambahkan ada beberapa kategori sertifikasi untuk "Chief Engineering" di antaranya kategori AC, electrition, dan lainnya. "Untuk itu, anggota ACE Bali siap menghadapi persaingan global baik itu di dalam maupun di luar negeri," ujar Arry. (WDY)
