Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III berdiskusi dengan sejumlah kelompok filantropi dan pegiat konservasi di Lancaster House, London, Inggris, Rabu pagi, sambil "ngeteh" atau meminum teh hangat bersama di tengah cuaca London yang masih memasuki musim dingin.
Di Inggris Raya, adalah suatu tradisi turun temurun untuk minum teh dengan cara penyajian tertentu, sehingga teh dengan berbagai jenisnya, mendapat posisi istimewa dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Para bangsawan Inggris mempertahankan tradisi minum teh ini dari generasi ke generasi.
Charles, saat hendak memasuki ruang pertemuan, sempat menghentikan langkahnya saat melihat meja yang menyajikan teh untuk para peserta acara.
Ia kemudian menuangkan sendiri susu ke dalam cangkir tehnya, kemudian membawanya ke dalam ruang pertemuan. Hal yang sama pun dilakukan Prabowo yang juga membawa cangkir tehnya saat memasuki ruang pertemuan, Main Hall Lancaster House.
Di ruang pertemuan, Prabowo dan Charles, sambil menenteng cangkir teh masing-masing, kemudian menyalami peserta acara, yang di antaranya para filantropi dan pegiat lingkungan. Selepas menyalami sejumlah peserta acara, kedua tokoh dunia ini lanjut berbincang-bincang dengan beberapa filantropi, dan beberapa pejabat dari Indonesia.
Dalam pertemuan itu, pejabat yang turut mendampingi Prabowo, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif F Nurofiq, Menteri Kehutanan Raja J Antoni, dan Wakil Ketua Komisi I DPR, Budisatrio Djiwandono.
Kemudian, ada Sekretaris Kabinet, Teddy Wijaya dan putra semata wayang Presiden, Ragowo H Djojohadikusumo, yang populer dengan nama Didit Hediprasetyo.
Di ruangan pertemuan, ada sejumlah poster yang menampilkan kerja-kerja konservasi, termasuk yang bertujuan melindungi habitat gajah. Ada pula poster dari aliansi ekonomi yang fokusnya terhadap pelestarian lingkungan.
Pertemuan di Lancaster House bersama para filantropi itu berlangsung selama kurang lebih 45 menit.
Selepas itu, Charles lebih dulu meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki menuju kediamannya di Istana St James. Hujan berintensitas ringan yang saat itu turun di London tak menyurutkan langkah Charles untuk berjalan kaki menuju rumahnya.
Kemudian berselang lima menit, Prabowo mengikuti langkah Charles ke Istana St James, dan dia memegang sendiri payungnya saat berjalan kaki menuju St James. Di sebelahnya, ada Teddy yang mendampingi Prabowo, kemudian Didit, dan Hashim.
Di St. James, Prabowo dan Charles lanjut bertemu untuk membahas sejumlah isu lingkungan, termasuk yang berkaitan dengan konservasi gajah.
Charles saat ini masih menempati posisi sebagai pembina (patron) untuk World Wildlife Fund (WWF)-UK.
Pertemuan di St James berlangsung tertutup untuk wartawan.
Selepas dari Istana St James, Prabowo dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke bandara untuk terbang menuju Davos, Swiss.
