Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar sedang melakukan pendataan terhadap kerugian materi yang dialami warga terdampak angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (21/1) dini hari.
"BPBD dan Dinas Sosial melalui Tim Tagana akan segera melalukan pendataan dan asesmen. Ini menjadi hal penting untuk segera mengetahui seberapa besar kerusakan yang dialami oleh para warga," kata Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat melakukan peninjauan korban angin puting beliung di Denpasar, Rabu.
Ia meninjau beberapa titik terdampak di antaranya Desa Sidakarya, kemudian di Kelurahan Kesiman, dan juga wilayah Desa Sanur Kauh.
Sebagian besar rumah warga yang terdampak angin puting beliung mengalami kerusakan ringan hingga sedang, baik pada bagian atap, tembok dan area tempat suci (pelinggih) milik warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar mendata sementara di tiga titik bencana ada 63 bangunan dan rumah warga terdampak angin puting beliung.
Arya Wibawa juga mengkoordinasi beberapa dinas terkait, antara lain BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya untuk segera melakukan pendataan dan asesmen rumah korban terdampak bencana puting beliung.
Ia juga memerintahkan dinas terkait bergotong royong bersama warga setempat dan melakukan pembersihan lokasi pascabencana.
Pasalnya, beberapa puing reruntuhan tembok, ranting pohon dan dedaunan, genteng, asbes dan material lainnya terlihat memenuhi beberapa titik di kediaman warga dan akses jalan gang perumahan warga.
"Kami akan fokuskan untuk pembersihan lokasi bencana. Dinas terkait seperti DLHK dan lainnya akan dikerahkan untuk membantu warga melakukan pembersihan di sini," katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Arimbawa menyatakan tim BPBD masih melakukan pendataan di lapangan guna mengumpulkan data lengkap jumlah rumah warga yang terdampak.
Dari data sementara ia merinci ada 21 rumah warga terdampak bencana ini di Desa Sidakarya, kemudian 27 bangunan dan rumah warga di Kelurahan Kesiman, dan 15 di wilayah Desa Sanur Kauh.
"Kami akan melakukan pendataan lagi untuk mengetahui apakah ada penambahan data rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana ini," katanya.
