Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar menargetkan Festival Literasi Denpasar yang diselenggarakan komunitas Nyalanesia mampu merangsang anak muda untuk berinovasi dan berkembang dalam literasi.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri acara puncak festival itu di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Kamis mengatakan saat ini dunia sedang berpacu melahirkan inovasi.
Kemajuan inovasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui dedikasi panjang pada penguatan literasi sejak dini.
Di tengah perubahan global tersebut, Denpasar melangkah menuju kota literasi berbasis budaya, dengan menghadirkan perpustakaan, pojok baca, serta ruang-ruang kreatif di ruang publik.
Pemkot Denpasar menegaskan komitmennya membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Arya Wibawa menjelaskan literasi hari ini bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kecakapan memahami informasi, memilah kebenaran, serta mengubah pengetahuan menjadi inovasi.
"Dari ruang-ruang literasi inilah akan tumbuh ide-ide besar, lahir kreativitas, dan terbentuk sumber daya manusia unggul yang siap membawa Denpasar bersaing di tingkat nasional maupun global," ungkapnya.
Dirinya memaparkan keberadaan perpustakaan memiliki peran yang sangat strategis dalam menumbuhkan budaya gemar membaca dan semangat long life learning.
Sejalan dengan visi perpustakaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mencerdaskan tidak hanya dimaknai sebagai menghadirkan pendidikan berkualitas, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong pengembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan keterampilan dan
Kompetensi, penguatan karakter dan moral, serta menghadirkan ruang pemberdayaan bagi masyarakat.
"Keberadaan perpustakaan juga perlu didukung oleh berbagai inovasi pengembangan literasi berbasis masyarakat dan juga dalam lingkup sekolah," ujarnya.
Menurutnya, gerakan pembudayaan gemar membaca dan literasi di kota Denpasar saat ini sudah semakin diminati oleh masyarakat.
Karenanya, perlu ada upaya kolaboratif yang semakin masif dan konsisten agar misi gerakan ini dapat dijalankan secara berkesinambungan.
“Terima kasih saya sampaikan kepada Nyalanesia karena telah turut mendorong gerakan pembudayaan gemar membaca dan literasi di Kota Denpasar, dengan menyediakan ruang kreatif bagi siswa/siswi sekolah untuk menuangkan ide dan gagasan mereka," katanya.
Dia berharap, di masa depan, festival literasi ini dapat semakin luas menjaring serta mewadahi kreativitas siswa/siswi sekolah di Kota Denpasar, dan juga memberikan apresiasi kepada mereka yang berprestasi.
Sementara itu, Duta Literasi Denpasar Jemima Mulyandari dalam laporannya mengatakan Festival Literasi Denpasar 2026 sudah menginjak tahun ke-6. Sebuah umur yang menunjukkan bukan usia balita lagi.
Dalam perkembangannya, kegiatan Festival Literasi Denpasar juga selalu meningkat partisipasi pesertanya dari tahun ke tahun. Pada tahun ke-6 ini, Festival Literasi Denpasar diikuti oleh 161 sekolah dengan total 10.150 peserta terdiri dari 9.306 siswa dan 844 guru.
Pada pelaksanaan 2026, festival itu mempersembahkan 10.150 karya puisi, cerita pengalaman pribadi, cerpen dan esai menjadi kebanggaan bagi Denpasar.
Ia menambahkan keberadaan Festival Literasi Denpasar harus bisa menginspirasi para siswa dan guru untuk berani menulis, berkarya dan menyuarakan nilai-nilai lokal lewat media kreatif baik buku, digital maupun seni.
Untuk itu, pada 2026 Nyalanesia tanpa ragu menambah kategori perlombaannya yaitu Nyalakreasi yang adalah lomba video kreasi pertunjukan seni, Nyalagames yang adalah lomba olimpiade literasi numerasi, dan lomba website literasi tingkat kota.
Ketiga kategori baru ini nanti akan kita saksikan juga penganugerahan juaranya. Terima kasih Nyalanesia.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026