Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar, Bali mendukung upaya untuk meningkatkan kreativitas anak muda termasuk melalui Festival Ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang diselenggarakan di tiga tempat yang berbeda.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima audiensi dari panitia festival ogoh-ogoh di Denpasar, Kamis, mengatakan berbagai ajang tersebut bisa menjadi ruang kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan generasi muda dalam melestarikan tradisi Bali.

Beberapa kegiatan seni dan budaya yang melibatkan generasi muda di Kota Denpasar yakni Festival Ogoh-ogoh “Sanur Metangi”, Festival Budaya Ogoh-ogoh di Sesetan, hingga Parade Ogoh-ogoh “Sandikala” di Padangsambian Kelod.

Salah satu kegiatan yang akan menyedot perhatian masyarakat adalah Sanur Metangi Festival yang akan digelar pada 11-12 Maret 2026 di Pantai Mertasari, Sanur.

Festival ini menghadirkan berbagai perlombaan seperti lomba ogoh-ogoh, lomba sketsa ogoh-ogoh, lomba ogoh-ogoh mini, serta lomba tapel ogoh-ogoh.

Ketua Panitia Festival Ogoh-ogoh Sanur Metangi Ida Bagus Prajiskana Jisnu menyampaikan sebelumnya pada 1 Maret 2026 telah dilaksanakan penilaian 27 ogoh-ogoh terbaik untuk wilayah Sanur.

Karya-karya tersebut nantinya akan kembali ditampilkan dalam parade spesial pada puncak Sanur Metangi Festival di Pantai Mertasari.

“Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia juga menyiapkan layanan shuttle dari Desa Adat Intaran yang membantu mobilitas tim juri serta masyarakat yang ingin menyaksikan parade ogoh-ogoh,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Denpasar menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan festival tersebut.

Arya Wibawa mengatakan pemerintah turut membantu memastikan kelancaran kegiatan melalui berbagai langkah, serta penguatan pengamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi acara.

“Kami siap mendukung kelancaran kegiatan ini, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun penataan lingkungan. Kegiatan seperti ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Sanur,” ujar Arya Wibawa.

Menurut Arya Wibawa, konsep kegiatan festival tersebut merupakan gagasan positif yang mampu menjadi ruang kreatif bagi generasi muda sekaligus mempererat kebersamaan antar pemuda.

“Konsep Sanur Metangi, Festival Budaya Sesetan hingga ‘Sandikala’ ini sangat bagus. Selain mempererat kebersamaan anak-anak muda, kegiatan ini juga menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya dalam kegiatan yang positif," katanya.

Apalagi Sanur sebagai kawasan pariwisata, imbun dia, generasi mudanya diharapkan terus kreatif dalam merancang kegiatan budaya.

Sementara itu, kreativitas generasi muda juga ditunjukkan oleh Sabha Yowana Desa Adat Sesetan yang kembali menggelar Festival Budaya Ogoh-ogoh dengan konsep yang lebih terpusat di Lapangan Pameran Sesetan.

Dalam konsep ini, karya ogoh-ogoh akan dipajang secara langsung di lokasi sehingga masyarakat dapat menikmati karya seni tersebut dengan lebih leluasa.

Ketua Panitia Ketut Suwastika menjelaskan bahwa festival ini dirancang agar tidak mengganggu akses lalu lintas sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati karya seni ogoh-ogoh.

Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan loading ogoh-ogoh pada Senin (16/3) dilanjutkan dengan pameran ogoh-ogoh pada 17 Maret, dan mencapai puncaknya pada malam pengerupukan Rabu (18/3) yang dibuka mulai pukul 14.00 WITA..

Panitia juga telah menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung.

Semangat kreativitas pemuda juga hadir melalui Parade Ogoh-ogoh “Sandikala” yang digelar oleh Karang Taruna Kusuma Praja, Desa Padangsambian Kelod.

Kegiatan ini menjadi ajang bagi generasi muda setempat untuk menampilkan karya ogoh-ogoh sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ketua Panitia Parade Sandikala Yoga Ferbiawan menjelaskan kegiatan ini akan diikuti 13 ogoh-ogoh dan dilaksanakan di seputaran Jalan Teuku Umar Barat pada Rabu (18/3) dengan parade dimulai pukul 17.00 WITA.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026