Denpasar (ANTARA) - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyatakan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-238 Kota Denpasar Tahun 2026 menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pembangunan sekaligus penguatan komitmen untuk mewujudkan harmoni dan kesejahteraan bersama.
“Selamat Hari Ulang Tahun Ke-238 Kota Denpasar. Semoga Denpasar semakin harmonis, maju, dan sejahtera,” kata Wali Kota pada Jumat.
Wali Kota Denpasar menguraikan usia Ke-238 menjadi mata rantai penting perjalanan Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali yang terus tumbuh sebagai kota kreatif berbasis budaya.
Peringatan ini diharapkan menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen dalam setiap bidang tugas dan pengabdian.
Dia menyebut periode pembangunan 2025-2030 merupakan fase awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.
Keberhasilan fase awal ini akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan peradaban Bali ke depan.
Dalam konteks pembangunan Kota Denpasar, arah kebijakan selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang berlandaskan nilai Tri Hita Karana dan prinsip Sad Kerthi.
Sejumlah prioritas strategis ditetapkan, di antaranya penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital, pengendalian alih fungsi lahan, pengelolaan sampah berbasis sumber, penataan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, pengembangan transportasi publik ramah lingkungan, serta penguatan keamanan dan ketertiban melalui sinergi lintas sektor.
“Intinya yang menjadi perhatian yakni masalah tata kelola pemerintahan, sampah, infrastruktur, serta ketertiban dan keamanan masyarakat,” ujar Jaya Negara.
Jaya Negara menegaskan pada tahun 2026 salah satu prioritas utama adalah penyelesaian persoalan sampah dari sumbernya.
Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) diharapkan dapat berjalan optimal di Kota Denpasar sebagai bagian dari solusi berkelanjutan.
Menurut Jaya, seluruh langkah pembangunan hanya akan berhasil apabila didukung kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, desa adat, tokoh agama, akademisi hingga dunia usaha. Semangat gotong royong dan menyama braya menjadi kekuatan utama dalam menjaga keharmonisan alam dan kehidupan sosial.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara juga mengapresiasi penghargaan pengabdian melalui Satya Lencana Karya Satya yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun.
Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi atas dedikasi dan loyalitas para ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain itu, diserahkan pula penghargaan Penilaian Opini Ombudsman RI terkait Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025, serta penghargaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2025 dengan predikat Parama Budaya.
Di bidang kebudayaan, Pemkot Denpasar menganugerahkan penghargaan Parama Budaya kepada dua tokoh almarhum, yakni I Made Kembar (seniman dalang) dan Drs. I Gusti Putu Rai Andayana (budayawan). Penghargaan Kerti Budaya juga diberikan kepada sejumlah seniman karawitan, tari, dan seni rupa atas kontribusi nyata dalam pelestarian seni budaya Bali.
Apresiasi turut diberikan kepada sanggar seni, juara lomba desa dan kelurahan tingkat kota, serta pemenang lomba cipta desain logo dan tema HUT Kota Denpasar.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026