Denpasar (Antara Bali) - Pelaku percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan di sungai Jalan Raya Gatot Subroto, Denpasar, diizinkan meninggalkan Rumah Sakit Dharma Yadnya, Rabu.
Nur Imamah (29) hanya mengalami luka lecet pada bagian perut, sedangkan pasangan selingkuhannya, Jaelani (31), yang sama-sama melakukan tindakan konyol itu meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Selasa (3/6) malam.
"Pasien hanya mengalami nyeri perut dan sempat dilakukan USG di Rumah Sakit Niki. Kemudian diperbolehkan pulang," kata Staf RS Dharma Yadnya, Gusti Ayu Rai Murdani di Denpasar.
Nur Imamah datang ke RS Niki dalam kondisi tidak terlalu buruk sehingga pihaknya hanya melakukan upaya tanggap darurat. Korban mengeluh nyeri pada bagian perut.
Sementara itu, Kekasih gelap Nurimah yang mengendarai sepeda motor yang terjatuh dari ketinggian 20 meter tersebut nyawanya tidak tertolong lagi, meskipun sudah mendapatkan perawatan di RS Dharma Yadnya langsung di larikan ke RSUP Sanglah untuk mendapatkan perawatan intensif dikarenakan menderita cedera kepala dan pendarahan otak.
Korban akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan selama satu jam di ruangan IGD RSUP Sanglah Denpasar.
Jenazah RSUP Sanglah Denpasar diambil pihak keluarganya untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Madiun, Jawa TImur.
Pasangan gelap itu nekat mengarahkan sepeda motor yang ditumpanginya terjun dari atas jembatan. Diduga sang pria kalap saat istri sahnya mengetahui hubungan asmaranya dengan kekasih gelapnya itu. Demikian juga dengan Nur Imamah yang berstatus sebagai istri sah pria lain tak ingin hubungannya dengan Jaelani terputus. (WRA)
