"Penurun subsektor NTP-P itu akibat turunnya indeks yang diterima petani (It) sebesar 0,23 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan, sementara indeks yang dibayar petani (Lb) mengalami kenaikan sebesar 0,87 persen, penurunan Lt akibat turunnya indeks pada kelompok padi-padian sebesar 0,83 persen karena turunnya harga komoditas gabah.
Sedangkan kelompok palawija mengalami kenaikan indeks sebesar 1,42 persen, antara lain berkat naiknya harga komoditas kacang kedelai 3,77 persen, ketela 1,53 persen dan jagung 1,33 persen.
Panusunan Siregar menambahkan, kenaikan Lb didorong oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga serta biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) masing-masing sebesar 0,87 persen.
Subsektor tanaman pangan merupakan salah satu dari lima komponen pembentukan NTP Bali. Dari lima komponen itu empat di antaranya mengalami kenaikan dan satu-satunya menunjukkan angka penurunan adalah tanaman pangan. (M038)
Pewarta: Oleh IK Sutika: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.