Denpasar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengungkapkan ekspektasi konsumen di Pulau Dewata diperkirakan tumbuh positif hingga semester 1-2026 karena indeks survei konsumen berada di atas 100 atau level optimis.
“Optimisme konsumen terhadap prospek ekonomi masih terjaga,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Bali, Senin.
Ia mencatat berdasarkan hasil survei, indeks ekspektasi konsumen (IEK) masih optimistis tercermin dari indeks prakiraan kegiatan usaha enam bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 146,5.
Lebih lanjut, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turut mengalami peningkatan moderat dari sebelumnya 130,8 menjadi 131.
Peningkatan IKE itu disebabkan oleh meningkatnya indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan enam bulan yang lalu dari sebelumnya 114 menjadi 117.
Hasil tersebut menunjukkan IKE dan IEK berada pada level optimis di atas 100 yang mencerminkan optimisme konsumen.
Bank sentral menilai meningkatnya konsumsi barang tahan lama itu diperkirakan karena mencermati cuaca buruk yang mulai terjadi pada Desember 2025.
Kondisi itu berpengaruh terhadap penurunan pendapatan dari responden yang bergerak di usaha skala mikro.
Meski begitu, pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui penyelenggaraan operasi pasar murah, pengawasan harga pada komoditas pangan utama, serta koordinasi rutin untuk memastikan jalur distribusi pangan tetap terjaga.
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat inflasi tahunan Provinsi Bali pada Desember 2025 sebesar 2,91 persen, berada dalam rentang target inflasi 2025 sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.
