Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali yang baru, Ida Bagus Wesnawa Punia, segera menuntaskan konsep SDM Bali Unggul.
“Segera tuntaskan rancangan konsep SDM Bali Unggul, sehingga bisa dijalankan mulai tahun 2026,” kata Koster saat melantik Bagus Wesnawa menggantikan KN Boy Jayawibawa.
Dalam keterangan Pemprov Bali di Denpasar, Selasa, dijelaskan bahwa yang ditekankan dalam hal ini adalah pemajuan akses, mutu, serta daya saing pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana.
“Ini harus betul-betul dipetakan, tak boleh lagi ada cerita anak lulus SMP susah masuk ke SMA/SMK, idealnya semua lulusan SMP yang akan melanjutkan, bisa kita tampung,” ujar Gubernur Koster.
Untuk menciptakan SDM Bali Unggul tahap awal Gubernur Bali meminta Kepala Disdikpora Bali menginventarisasi persoalan di bidang pendidikan.
Salah satunya juga kesulitan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu yang bisa dimasukkan dalam program Satu Keluarga Satu Sarjana yang sudah mulai tahun ini bekerja sama dengan perguruan tinggi se-Bali.
“Karena baru berjalan, pesertanya belum banyak, karena ini menjelang akhir tahun, segera tuntaskan kewajibannya seperti pembayaran uang kosnya,” kata dia.
Agar pelaksanaan program ini lebih optimal, Disdikpora Bali diminta untuk lebih mengintensifkan sosialisasi ke keluarga di desa-desa yang membutuhkan informasi cara mengikuti program ini.
“Buatkan panduan yang sederhana agar masyarakat paham bagaimana cara mengikuti program ini, karena ini program bagus, tolong itu dipersiapkan betul agar tahun 2026 berjalan lebih baik,” ujarnya.
Masih dalam upaya membangun ekosistem SDM Bali Unggul, Gubernur Koster mengingatkan Disdikpora Bali soal andil mereka dalam program Insentif Nyoman dan Ketut, di mana program ini jadi tanggung jawab mereka bersama dinas kesehatan dan dinas sosial.
“Dinas kesehatan bertugas memberi layanan pada ibu hamil hingga bayinya lahir, kemudian sekolahnya diurus dinas pendidikan, yang tidak mampu dibantu dinsos, ini program terintegrasi dan terpadu, harus berjalan dengan baik mulai tahun 2026,” kata Gubernur Koster.
