Denpasar (ANTARA) - Para tokoh agama dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali menyerukan imbauan agar masyarakat Bali dari agama atau kalangan apapun melakukan unjuk rasa tanpa terpancing para pembuat anarkis.
Wakil Ketua MUI Bali Syamsul Hadi sebagai perwakilan FKUB Bali di Denpasar, Minggu, menyampaikan seruan ini merupakan respons munculnya tindakan anarkis saat aksi demonstrasi di Mapolda Bali dan DPRD Bali pada Sabtu (30/8) yang saat diusut ternyata pemantik kericuhan didatangkan dari luar Bali.
“Berdasarkan informasi, massa yang melakukan aksi demo anarkis di tanah gumi Bali sengaja didatangkan dari luar Bali, kami menolak segala bentuk demo anarkis di tanah gumi Bali,” kata dia.
Tokoh agama di Bali meminta seluruh masyarakat tetap tenang, mereka menghormati bentuk penyampaian aspirasi seluruh masyarakat karena dijamin oleh konstitusi namun hendaknya dilakukan dengan santun.
“Penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan dengan cara santun, berbudaya, tidak anarkis, serta tidak melanggar peraturan perundang-undangan,” ujar Syamsul Hadi.
FKUB Bali ingin Bali tetap aman dan kondusif, sehingga melalui tokoh agama di tiap wilayah dan organisasi kemasyarakatan agar mengajak warga di sekitar menjaga keamanan Pulau Bali.
“Kepada unsur-unsur pengamanan yang ada di desa, kelurahan, dan desa adat juga agar berpartisipasi aktif bekerja menjaga keamanan, ketentraman, ketertiban, serta kenyamanan warga masyarakat di seluruh wewidangan (wilayah) desa adat di tanah gumi Bali,” kata dia.
Para tokoh dalam imbauannya juga mengingatkan bahwa Pulau Bali adalah tempat mencari kehidupan banyak orang, tanah yang dianugerahi keberagaman hingga dicintai dunia ini merupakan destinasi pariwisata unggulan dan gerbang masuk Indonesia.
Oleh karena itu menurutnya sudah wajib seluruh komponen masyarakat Bali menjaga Bali Agar aman, tertib dan kondusif demi berlangsungnya kepariwisataan dan perekonomian yang baru pulih dari pandemi COVID-19 selama tiga tahun.
“Untuk itu, kami mengajak seluruh komponen masyarakat Bali berperan aktif bersama-sama bertanggung jawab mencegah jangan sampai ada pihak-pihak yang memiliki niat buruk apalagi tindakan merusak citra Bali di hadapan masyarakat Indonesia dan dunia internasional,” ujar Syamsul Hadi.
Gubernur Bali Wayan Koster menambahkan penyatuan sikap ini sudah sangat dibutuhkan, sebab aksi demonstrasi sudah mengarah pada tindakan-tindakan anarkis.
Berdasarkan komunikasi Pemprov Bali dengan aparat keamanan dibenarkan bahwa pemantik kericuhan bukan lah masyarakat Bali bahkan sengaja didatangkan untuk aksi, namun Koster enggan menyampaikan lebih jauh.
“Kalau itu tidak perlu saya buka di sini, ya memang kenyataannya begitu ditemukan anarkisnya didatangkan dari luar,” ucapnya.
“Kami semua sepakat membuat imbauan kepada seluruh masyarakat semua umat beragama di Bali agar menjaga Bali aman dan kondusif, seluruh materi sudah dibahas secara dalam dan isinya komprehensif,” sambung Wayan Koster.
Baca juga: Gubernur Bali berdialog dengan pengemudi ojol setelah aksi usai
Baca juga: Pengamat dorong demo kedepankan budaya lokal jaga pariwisata Bali
