Denpasar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengungkapkan indeks harga properti untuk komersial di Bali tumbuh positif hingga paruh pertama 2025 karena didongkrak kegiatan bisnis sektor pariwisata.
“Indeks harga properti komersial di Bali sebesar 124,26 pada triwulan kedua tahun ini,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Bali, Jumat.
Ia mencatat indeks itu lebih tinggi dibandingkan realisasi periode sama 2024 mencapai 115,28.
Menurut dia, peningkatan indeks harga properti komersial tersebut didorong oleh kenaikan indeks harga sewa properti hotel, perkantoran, dan ritel.
Sedangkan, kondisi berbeda ditunjukkan indeks harga sewa properti apartemen yang secara tahunan mengalami penurunan sebesar 16,37 persen.
Penurunan itu, katanya, dipengaruhi oleh hadirnya penyedia apartemen baru dengan harga sewa lebih terjangkau sehingga konsumen memiliki pilihan hunian vertikal yang lebih beragam di Bali.
Peningkatan permintaan properti di Bali sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu lapangan usaha real estat pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bali pada triwulan II-2025 yang tumbuh sebesar 4,28 persen, kata Erwin, menambahkan.
Di sisi lain, indeks pasokan properti komersial triwulan II-2025 juga tumbuh didorong oleh meningkatnya pasokan apartemen sewa sebesar 13,07 persen dan hotel sebesar 0,34 persen.
Untuk mendukung pertumbuhan properti yang berkualitas, bank sentral itu mendorong pembiayaan perbankan melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM).
“Sehingga pasokan dapat dijaga dan permintaan properti yang selanjutnya mampu mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya.
Bank Indonesia sebelumnya mencatat total penyaluran insentif likuiditas makroprudensial hingga pekan pertama Juli 2025 mencapai Rp376 triliun.
Selain ke sektor real estat, insentif itu disalurkan kepada sektor-sektor prioritas yaitu pertanian, perumahan rakyat, konstruksi, perdagangan dan manufaktur, transportasi, pariwisata, pergudangan, ekonomi kreatif, UMKM, ultra mikro dan hijau.
Baca juga: Pengembang properti bantah kawasan Canggu di Bali hanya diisi WNA
Baca juga: Bali mulai tahun ini tak beri izin properti wisata di lahan produktif
Baca juga: REI Bali tawarkan 2.500 rumah genjot ekonomi daerah
Baca juga: Investor bidik investasi properti vila di Canggu
