Denpasar (ANTARA) -
PT Jasa Raharja Provinsi Bali menyerahkan bantuan sosial (bansos) bagi penyandang disabilitas akibat kecelakaan lalu lintas untuk mendukung mobilitas inklusif.
“Kami ingin memastikan mereka yang terdampak tetap memiliki kesempatan untuk hidup mandiri, produktif, dan bermartabat,” kata Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Provinsi Bali Benyamin Bob Panjaitan di Denpasar, Rabu.
Adapun bantuan yang masuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) itu berupa peralatan mendukung mobilitas berupa empat unit kursi roda dan dua unit kaki palsu kepada enam penyandang disabilitas akibat kecelakaan lalu lintas.
Bantuan sosial senilai hampir Rp39 juta itu disalurkan melalui kerja sama dengan pusat layanan sosial Annika Linden Centre Tohpati Denpasar dan Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (Puspadi) Bali.
Baca juga: OJK Bali genjot inklusi keuangan untuk kaum disabilitas
Ia menjelaskan penyerahan bantuan itu menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga pemerintah, organisasi sosial, dan dunia usaha dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan peduli terhadap penyandang disabilitas.
“Kami menyadari bahwa setiap kecelakaan lalu lintas tidak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga berdampak besar terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan psikologis para penyintas,” ucapnya.
Annika Linden Centre (ALC) adalah pusat pelayanan sosial yang menjadi rumah bagi berbagai organisasi yang bergerak di bidang disabilitas, termasuk Puspadi Bali.
Di bawah payung ALC, berbagai program pemberdayaan, terapi, pelatihan, dan layanan alat bantu disediakan untuk mendukung kehidupan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Baca juga: Kemenag minta bangunan madrasah wajib ramah penyandang disabilitas
Sedangkan Puspadi Bali sebagai mitra pelaksana dalam program itu memastikan seluruh alat bantu mobilitas yang diserahkan telah melalui proses penilaian kebutuhan dan penyesuaian teknis sesuai kondisi masing-masing penerima.
Direktur Pelaksana ALC, Mahomeda Arifin menambahkan dukungan yang diberikan korporasi itu sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir dalam penyediaan alat bantu adaptif.
“Alat bantu itu telah membawa perubahan nyata, bukan hanya pada mobilitas, tetapi pada kehidupan dan masa depan para penyandang disabilitas yang membantu mereka bisa lebih mandiri dan berdaya,” imbuhnya.
