Denpasar (ANTARA) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali I Gusti Ngurah Wiryanata mengatakan pemerintah menyiapkan ribuan bibit tanaman kelapa genjah untuk membantu pasokan bahan baku petani arak.
“Untuk memperkuat sektor hulu produksi arak dilakukan gerakan penanaman 17 ribu bibit kelapa genjah di Kabupaten Karangasem,” ucapnya di Denpasar, Kamis.
Wiryanata mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melaksanakan upaya itu untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku tuak yang merupakan bahan sebelum disuling menjadi arak Bali.
Ribuan bibit kelapa genjah ini diberikan seiring meningkatnya permintaan arak Bali di pasar domestik maupun pariwisata.
Disperindag Bali mendata hampir 70 persen penghasil tuak sebagai bahan dasar arak berada di Karangasem, namun sebagian besar pohon kelapa yang ada saat ini sudah berusia tua, tinggi, dan tidak lagi produktif.
"Teman-teman Asosiasi Tresnaning Arak Bali kesulitan mencari bahan baku, hampir 70 persen penghasil tuak itu ada di Karangasem, tapi pohon kelapanya sudah tinggi-tinggi, saat musim hujan sulit dipanjat, dan produksinya menurun karena usia,” ujarnya.
Semakin tua umur pohon kelapa, hasil buahnya tidak semakin meningkat, justru cenderung menurun, kata dia, sehingga diperlukan peremajaan melalui penanaman bibit baru yang lebih produktif dan mudah dikelola.
Sementara kelapa genjah memiliki ciri khas pohon yang pendek dan lebih cepat berbuah, yang dalam tiga tahun sudah bisa menghasilkan dan ketika tidak produktif mudah ditebang.
Dari 17 ribu bibit kelapa genjah, sebanyak 6.000 akan didistribusikan di Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen. Namun karena keterbatasan lahan, penanaman juga akan diperluas ke desa-desa sekitar seperti Telaga Tawang dan wilayah lain di Karangasem.
Gubernur Bali Wayan Koster dijadwalkan melakukan penanaman secara simbolis pada 27 Februari 2026 di Desa Tri Eka Buana, namun sebagian bibit sudah didistribusikan beberapa hari terakhir.
Adapun anggaran untuk program ini bersumber dari APBD serta dukungan APBN, dengan harapan dalam tiga tahun ke depan pohon-pohon baru tersebut sudah mampu menghasilkan nira secara optimal dan pasokan bahan baku tuak lebih terjamin.
Dengan program ini, kata Wiryanata, maka dukungan kepada petani arak Bali tidak hanya dari sisi promosi melainkan penguatan dari hulunya. Menurut dia, permintaan arak Bali terus meningkat, apalagi arak Bali mulai digunakan di hotel dan bar sebagai bahan koktail.
“Di bar untuk koktail sudah mulai banyak artinya sudah beralih ke arak karena dari sisi harga dan sebagainya kan, tapi dari sisi rasanya katanya versi yang suka minum malah bagus arak, nah ini sehingga kita di hulu sekarang berpikirnya,” kata Wiryanata.
Dengan penanaman 17 ribu kelapa genjah di Karangasem, Pemprov Bali berharap siklus produksi arak dapat lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi arak Bali di pasar yang terus berkembang.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026