"Daging sapi lokal akan dipakai sebagai pengganti daging impor untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Putu Sumantra di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, kebutuhan daging sapi impor ke Bali hanya sepuluh persen dari total kebutuhan konsumsi di Bali. Kuota impor tersebut sebenarnya hanya melayani sebagian dari konsumsi industri hotel dan restoran.
Menurut dia, itu pun tidak semua industri hotel dan restoran menggunakan daging sapi impor karena ada banyak juga yang menggunakan daging sapi lokal.
"Namun sampai saat ini kami sebagai pihak berwenang sama sekali tidak diberitahu berapa harga daging sapi impor per kilogramnya, dan berapa jumlah konsumsinya secara riil di lapangan karena industri hotel dan restoran di Bali biasanya langsung berhubungan dengan pihak importir di Jakarta," katanya. (LHS/IGT)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.