Hal itu tertuang dalam nota kesepahaman antara PT QAIA Restu Dewata dengan Shanghai Qiangsheng International Travel Service Co, Ltd di Shanghai, Jumat, disaksikan Direktur Pencitraan Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Esthi Reko Astuti.
Esthi Reko Astuti mengatakan pembukaan penerbangan "charter" tersebut dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan kedua negara.
"China saat ini merupakan pasar potensial yang layak digarap secara serius. Dari sekitar 80 juta orang China yang berwisata keluar negeri, masih sedikit yang berkunjung ke Indonesia," katanya.
Karena itu, penerbangan "charter" sebagai salah satu alternatif dari layanan reguler yang sudah ada, akan makin meningkatkan arus kunjungan turis China ke Indonesia.
Sementara itu General Manager Shanghai Qiangsheng International Travel Service Co, Ltd. Tang Shi Guo mengatakan Indonesia merupakan salah satu destinasi wisata yang makin menarik bagi China. (LHS/IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.