Denpasar (Antara Bali) - Aneka kerajinan kerang yang bervariasi dengan motif khas Bali, laku keras di pasaran ekspor dan sudah menghasilkan devisa sebanyak satu juta dolar AS periode Januari-Agustus 2011.
Hasil perdagangan ekspor tersebut naik 72 persen, jika dibandingkan periode sama 2010 hanya mencapai 500 ribu dolar, kata Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Putu Bagiada SE di Denpasar Rabu.
Aksesoris kerang kini tengah menjadi kegemaran wisatawan dalam dan luar negeri, selain bentuknya unik dan cantik harganya relatif terjangkau dan beragam aksesoris kerang khas Bali, baik untuk koleksi pribadi maupun oleh-oleh.
Kerajinan kerang yang diproduksi para pengrajin kini marak dan bisa didapatkan di toko - toko suvenir dibilangan Kuta. Ditangan perajin kerang semula tak bernilai mampu disulap aneka asesoris cantik berupa kalung, gelang dan cincin.
Pengrajin yang dinilai kreatif dalam menciptakan mata dagangan bernilai seni dan agar lebih indah, maka kerang biasa dipadukan dengan bahan monte-monte, manik-manik bahkan mutiara sehingga harganya jauh lebih mahal.
Soal harga tidak dipusingkan pembeli, bahan baku kerang sangat sulit didapatkan dalam memenuhi permintaan konsumen, karena takut kalau kerang tersebut dilindungi undang-undang, kata Made Guntur, pengrajin kerang asal Ubud, Kabupaten Gianyar.(**)
