Wali Kota Denpasar Sayangkan Sikap Pengurus TI Bali

Wali Kota Denpasar Sayangkan Sikap Pengurus TI Bali

Arsip Foto- Sejumlah pengurus cabang olahraga Taekwondo Kota Denpasar bersama Dewan penasehatnya I Gusti Ngurah Harta (tengah) di Padepokan Sandhi Murti, Panjer, Kota Denpasar. (Antara Bali/Komang Suparta/wdy/2017)

Denpasar (Antara Bali) - Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menyayangkan sikap pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi Bali yang menjatuhkan "skorsing" atau hukuman kepada pengurus dan atlet Denpasar.

"Saya menyayangkan sikap pengurus TI Bali yang menjatuhkan sanksi hukuman berat atau 'skorsing' kepada pengurus dan sejumlah atlet taekwondo Kota Denpasar," katanya setelah menyerahkan bonus kepada atlet meraih medali pada ajang Porprov Bali 2017, di Denpasar, Bali, Kamis malam.

Akibat dari 'skorsing' kepengurusan taekwondo dan sejumlah atlet Kota Denpasar itu, maka pada pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIII tahun 2017 tidak bisa ikut bertanding.

"Dari kejadian (keputusan) 'skorsing' oleh Pengurus Taekwondo Provinsi Bali itu, maka atlet yang memiliki dan berpeluang mendapatkan medali akhirnya gagal untuk membela kontingen Denpasar saat itu," ucapnya, didampingi Ketua Umum KONI Denpasar Ida Bagus Toni Astawa.

Rai Mantra mengatakan jika ada permasalahan di internal cabang olahraga itu, semestinya diselesaikan dengan "kepala dingin" dan bijaksana sehingga keputusan yang dibuat tidak sampai merugikan pengurus maupun atlet tersebut.

"Semestinya pengurus Taekwondo Indonesia Provinsi Bali lebih bijaksana bersikap maupun mengeluarkan sanksi kepada pengurus maupun atlet tersebut. Saya menyayangkan dengan sanksi 'skorsing' itu sampai harus mengorbankan para atlet yang notabene anak-anak atau generasi muda berprestasi bidang olahraga, sehingga tidak bisa bertanding dan mereka pun sampai malas berlatih," ujarnya.

Langkah itu, kata Wali Kota Rai Mantra, jika pengurus TI Provinsi Bali berpikir lebih bijaksana, selain melihat dan menegakkan aturan olahraga secara internal, juga mempertimbangan dampak dari 'skorsing' tersebut.

"Dengan semboyan 'semangat olahraga dan sportivitas' semestinya pengurus TI Bali tidak sampai merugikan atlet berprestasi. Tapi kenyataannya atlet yang berprestasi harus kandas dan tidak bisa bertanding," katanya.

Sebelumnya, Penasehat Pengurus TI Kota Denpasar periode 2017-2021, I Gusti Ngurah Harta mengatakan sikap pengurus TI Bali sangat tidak bijaksana, sehingga sampai ada skorsing dan atlet tidak bisa bertanding pada ajang Porprov Bali.

"Skorsing bagi pengurus dan atlet TI sangat di sayangkan sekali. Boleh menegakkan aturan, tapi setelah adalah peninjauan dan masukan atas turunnya 'skorsing' itu bisa dicabut atau dibatalkan. Tapi kenyataannya tetap mengskorsing para atlet TI," ujarnya.

Ngurah Harta mendesak Pengurus Besar TI di Jakarta ke depannya harus melakukan revisi anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART), sehingga pengurus pusat bisa berperan jika ada permasalahan di daerah, seperti kasus yang menimpa sejumlah atlet TI berprestasi, gara-gara 'skorsing' mereka gugur dalam Proprov Bali beberapa bulan lalu.

"Pengurus TI Pusat harus melakukan revisi AD/ART, jika pengurus pusat ingin menyelesaikan permasalahan di daerah. Jika masih tetap aturannya seperti sekarang, maka pengurus pusat tak bisa berkutik jika di daerah ada permasalahan seperti yang terjadi di Bali," kata Ngurah Harta dengan tegas. (WDY)