Singaraja (Antara Bali) - Kepolisian Resor Buleleng, Bali menyiagakan anjing pelacak mendekati perayaan malam tahun baru 2016 mengantisipasi barang-barang yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
"Aksi teror tidak mengenal tempat dan wilayah spesifik, maka tindakan keamanan antisipasi dini dilakukan Polisi lebih awal," kata Kapolres Buleleng, AKBP Harry Haryadi Badjuri didampingi Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol Ketut Gelgel, Rabu.
Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan perayaan malam pergantian tahun baru di sejumlah tempat, anjing pelacak difungsikan mendeteksi benda-benda berbahaya.
"Anggota kami mengunakan anjing pelacak di gereja-gereja dan tempat-tempat umum lainnya untuk mendeteksi barang-barang yang diduga bahan peledak. Anjing pelacak dipakai sterilisasi suatu lingkungan acara, juga nanti jelang tahun baru," ujar Gelgel.
Disebutkan titik sentral keramaian tahun baru, ada di Eks Pelabuhan Buleleng, Taman Kota Singaraja, Pantai Penimbangan, dan Pantai Lovina.
Lebih lanjut, ia memaparkan sentral keramaian akan melibatkan anggota untuk siaga berjaga ketat. "Ini untuk atensi kegiatan tahun baru, anjing pelacak bisa mengendus narkotika dan bahan peledak. Kami mengimbau masyarakat Buleleng, supaya tertib melaksanakan perayaan tahun baru," kata Mantan Kapolsek Bebandem ini.
Sebanyak 589 personil Kepolisian di tahun baru disiagakan, secara keseluruhan titik-titik kerawanan sudah diketahui jajaran Polsek di wilayah masing-masing.
Aksi minum-minuman keras di pinggir jalan, memiliki potensi memicu keributan dan kami mengimbau masyarakat menghindari hal dimaksud.
"Perintah Kapolres, kami akan tindak dan lakukan pembinaan kalau ada oknum masyarakat melakukan minum-minuman keras di pinggiran jalan mendekati tahun baru," tandasnya. (WDY)
