Denpasar (Antara Bali) - Para perajin produk berbahan baku kulit di Bali mengekspor hasil kerajinan mereka, seperti jaket, sepatu, tas, dan ikat pinggang dengan rancangan yang unik ke pasar ekspor, terutama Jepang.
"Sebagian besar memang aneka kerajinan berbahan baku kulit buatan perajin Bali belakangan ini memasuki pasar Jepang, di samping Singapura," kata pengusaha aneka kerajinan Bali, Made Kawiani, di kawasan kerajinan industri kecil Sukawati, Gianyar, Kamis.
Aneka jenis kerajinan kulit itu, dibuat dengan desain sedemikian rupa, sesuai selera konsumen luar negeri yang dipadukan dengan budaya lokal, sehingga tetap diminati masyarakat mancanegara karena dinilai unik dan harga terjangkau.
Made Kawiani menjelaskan mitra bisnisnya yang ada di Jepang, bisa saja membawa rancangan dari negerinya kemudian dibuat di Bali dengan bahan baku yang sudah ditentukan, sehingga perdagangan ke Negeri Sakura tersebut lancar.
Aneka kerajinan berbahan baku kulit, katanya, merupakan salah satu dari 17 jenis hasil kerajinan rumah tangga yang menembus pasaran ekspor dari Bali.
Produk lainnya, seperti perhiasan perak, anyaman bambu, dan perabot rumah tangga.
Badan Pusat Statistik (BPS) Bali melaporkan bahwa perdagangan khusus aneka barang kerajinan berbahan baku kulit buatan masyarakat Bali sebanyak 19,81 persen di antaranya memasuki pasar Jepang, menyusul ke Singapura 17,15 persen.
Bali selama Oktober 2014 memperdagangkan aneka berang kerajinan berbahan baku kulit seharga 1, 2 juta dolar AS atau meningkat signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama 2013 yang bernilai satu juta dolar AS.
Konsumen Jepang, pembeli terbesar kedua aneka barang kerajinan dan matadagangan nonmigas lainnya selama ini bernilai 52,6 juta dolar AS dalam kurun waktu Januari-Oktober 2014, setelah Amerika Serikat (AS) pembeli terbesar seharga 96,5 juta dolar.
Bali yang menjadi destinasi kunjungan wisatawan mancanegara mampu memperdagangan hasil kerajinan dan matadagangan nonmigas lainnya bernilai 451,7 juta dolar AS selama 10 bulan I-2014 bertambah 2,55 persen dari tahun sebelumnya yang 440,4 juta dolar AS. (WDY)
