Denpasar (Antara Bali) - Kepolisian Resor Kota Denpasar mengajak partai politik dan para calon legislatif untuk ikut mendukung aparat kepolisian menjaga keamanan memasuki masa tenang pada kampanye Pemilu Legislatif 2014.
"Kami imbau masyarakat termasuk politisi dan partai politik untuk mendukung keamanan bersama polisi," kata Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar, Ajun Komisaris Ida Bagus Made Sarjana, Jumat.
Menurut dia, para caleg dan partai politik diminta untuk mewujudkan imbauan itu agar ajang demokrasi lima tahunan itu berjalan aman dan damai.
Dia menjelaskan terkait pengamanan Pemilu Legislatif, Polresta Denpasar mengerahkan lebih dari seribu personel yang dibantu TNI.
Sarjana mengungkapkan mulai Senin (7/4) aparat Polresta Denpasar mulai disiagakan di sejumlah polsek dan jajaran setempat untuk melakukan operasi pengamanan.
Pihak kepolisian sendiri jauh-jauh hari telah mengadakan kesepakatan dengan partai politik peserta Pemilu di wilayah Denpasar dan Badung untuk mewujudkan pemilu yang aman dan damai.
Sebelumnya 12 partai politik peserta Pemilu 2014 menandatangani kesepakatan Pemilu damai di Mapolresta Denpasar pada akhir Desember 2013.
Selain itu, Kepala Polresta Denpasar, Komisaris Besar Djoko Hariutomo juga mengajak partai politik mewujudkan Pemilu damai dengan mendatangi para petinggi parpol di Denpasar.
Safari pengamanan Pemilu itu dilakukan untuk mengingatkan petinggi parpol agar menjaga keamanan dan meneruskan imbauan tersebut kepada akar rumput.
Imbauan untuk bersama-sama menjaga keamanan sebelumnya juga telah disampaikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Orang nomor satu di Pulau Dewata itu mengingatkan masyarakat agar di masa tenang itu agar melakukan perenungan sehingga keputusan mampu membuat keputusan tepat saat pemilihan.
Pastika mengharapkan pada masa tenang 6-8 April 2014 untuk tidak membuat acara-acara yang bertentangan dengan larangan yang sudah diatur karena hal itu akan berimbas dan menjadikan situasi Bali yang tak kondusif.
"Apapun pilihannya dalam Pemilu 2014, semua tetap memikirkan untuk kepentingan bangsa dan negara serta khususnya Bali," ujar mantan Kepala Polda Bali itu. (WDY/i018)
