Denpasar (Antara Bali) - Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar merangkul sejumlah sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk ikut menyukseskan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-32 yang secara resmi akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di gedung Ardha Chandra Taman Budaya Denpasar, Sabtu malam.

"Untuk menyuguhkan pementasan senderatari kolosal dan memeriahkan pembukaan PKB, ISI mengalami kekurangan mahasiswa, sehingga harus melibatkan sejumlah siswa SMA/SMK," kata Lia Susanti, Humas ISI Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, siswa kelas III SMA/SMK yang dilibatkan dalam aktivitas seni tahun di Bali tersebut, nantinya diharapkan dapat menjadi mahasiswa ISI Denpasar.

Pada pawai budaya mengawali pembukaan PKB, lembaga pendidikan tinggi seni itu dipercaya menampilkan Adhi Merdangga dan pragmen Siwa Nata Raja (SNR) yang melibatkan ratusan mahasiswa.

"Kekurangan tenaga penduduk akhirnya diisi oleh siswa kelas III SAM/SMK, termasuk tokoh Siwa Nata Raja diperankan oleh Anak Agung Ngurah Dharma Widnyana, siswa kelas III SMKN 3 Sukawati, Gianyar," kata Lia.

Dua garapan baru kolosal itu dibawakan oleh belasan mahasiswa-mahasiswi lembaga pendidikan tinggi seni, dengan persiapan yang sangat matang yang dilakukan jauh sebelumnya.

Adhi Merdangga merupakan gamelan prosesi yang berbentuk kolosal yang didominasi oleh permainan kendatang. Meskipun jenis gamelan itu diciptakan tahun 1983, namun penampilannya tetap menarik dan memukau, berkat mengalami inovasi dan kreasi baru.

"Gamelan ciptaan baru itu memadukan ide-ide musikal gamelan baleganjur yang diperkaya dengan alat-alat musik lainnya sesuai kebutuhan," ujar Ida Bagus Sedhawa yang selalu pemantau persiapan ISI untuk dappat tampil secara maksimal dalam kegiatan bergengsi di Pulau Dewata.

Belasan mahasiswa ISI Denpasar yang menampilkan Adhi Merdangga menunjukkan kebolehannya memainkan kendang dan alat prosesi lainnya yang dikolaborasikan dengan menari.

Penampilan Adhi Merdangga disusul dengan pragmen tari Siwa Nata Raja menggambarkan Dewa Siwa sebagai lambang Pesta Kesenian Bali yang digagas budayawan alm Prof Dr Ida Bagus Mantra, yang juga mantan Gubernur Bali.

Dalam kepercayaan Hindu Siwa Nata Raja sebagai Dewa segala kesenian yang terus bergerak dan menari, sehingga menimbulkan ritme dan  dan keteraturan dalam kosmos.

Gerakan siwa merupakan pancaran dari tenaga-tenaga prima yang kemudian menyatu yang hingga akhirnya membentuk alam semesta.

Lia menambahkan, ISI Denpasar juga dipercaya menyuguhkan pementasan sendratari kolosal Anggada Duta, sebuah kisah penyadaran diri dihadapan Kepala Negara yang akan membuka aktivitas seni tahunan di Pulau Dewata.

Pementasan oleh ratusan seniman yang terdiri atas mahasiswa dan dosen lembaga pendidikan tinggi seni itu diawali dengan penampilan tari Puspa Wresti sebagai tari penyambutan.

Tari pembukaan tersebut dibawakan oleh puluhan siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Jimbaran, Kabupaten Badung yang berkolaborasi dengan mahasiswa ISI Denpasar.

Ratusan dosen dan mahasiswa ISI Denpasar yang dipimpin Rektor Prof Dr I Wayan Rai. S telah mempersiapkan garapan seni yang bermutu, dengan harapan penampilannya mampu memukau, harap Lia Susanti.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026