Denpasar (ANTARA) - Komunitas seni yang akan mengikuti ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 mulai mematangkan persiapan guna menampilkan performa terbaik.
“Kami telah mempersiapkan diri secara serius sejak awal tahun, sekarang latihan intensif dilakukan untuk mematangkan seluruh materi pertunjukan,” kata Ketua Komunitas Seni Baturenggong I Gede Wira Andika dalam siaran Dinas Kebudayaan Bali di Denpasar, Minggu.
Komunitas Seni Baturenggong sendiri merupakan duta Kabupaten Badung yang berasal dari Desa Delod Peken, salah satu sanggar yang akan tampil pada Parade Gong Kebyar, yaitu atraksi seni paling padat penonton sepanjang Pesta Kesenian Bali.
Gede Wira menyampaikan nantinya mereka akan menampilkan sajian bernuansa lokal khas Mengwi pada 8 Juli 2026, bersamaan dengan duta Kabupaten Gianyar.
“Kami ingin memberikan penampilan terbaik untuk Kabupaten Badung, semua materi sudah, sekarang tinggal menyatukan rasa dan penguatan ekspresi di atas panggung,” ujarnya.
Terkait konten yang akan ditampilkan di PKB 2026, Komunitas Baturenggong membawakan tiga sajian utama yaitu tabuh lelambatan, tari kreasi, dan fragmentari.
Seluruh garapan mengangkat kearifan lokal dan sejarah spiritual wilayah Mengwi yang disesuaikan dengan tema Pesta Kesenian Bali yaitu Atma Kerthi atau segala kisah atau aktivitas yang berkaitan dengan penyucian dan pemuliaan jiwa atau atman.
Untuk atraksi tabuh lelambatan akan memadukan nuansa klasik dengan sejarah kejayaan Kerajaan Mengwi, sementara tari kreasi mengangkat kisah Masepuh, sosok putra Raja Mengwi yang hingga kini masih diyakini dan diziarahi masyarakat di kawasan Desa Seseh dan Munggu.
Untuk fragmentari, komunitas seni ini mengangkat cerita Jero Luh, tokoh perempuan spiritual yang diyakini menjadi sungsungan masyarakat Mengwi dan berkaitan erat dengan ritus sakral di Pura Dalem Mengwi.
“Di Mengwi banyak cerita dan warisan spiritual yang luar biasa, semuanya itu kami kemas menjadi sajian seni yang kuat secara filosofi dan tetap menarik ditonton,” ujar Gede Wira.
Keseriusan garapan juga terlihat dari deretan seniman dan pembina yang dilibatkan.
Gede Wira menyebut sebanyak 147 pendukung terlibat dalam garapan tahun ini, didominasi generasi muda berusia 17 hingga 27 tahun yang merupakan seniman lokal.
Komunitas seni ini juga menggandeng seniman lokal yang aktif dalam pembinaan seni serta penggarap berpengalaman yang memiliki kedekatan emosional dengan komunitas.
Gede Wira memastikan sanggarnya kini sangat siap dan bersemangat menunjukkan kualitas seni generasi muda Mengwi di panggung Bali.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.