"Desa pekraman diharapkan dapat mengoordinasikan warganya dalam mengelola parkir dengan memanfaatkan lahan yang ada di wilayahnya masing-masing secara maksimal," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Sedhawa, S.E.,M.Si., di Denpasar Rabu.
Ia mengatakan, selain halaman balai banjar, halaman masing-masing rumah tangga juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat parkir sepeda motor.
Sementara parkir kendaraan diarahkan ke halaman kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, yang lokasinya bersebelahan dengan Taman Budaya, tempat PKB selama sebulan, 12 Juni-10 Juli 2010.
Bagus Sedhawa menjelaskan, khusus pada pawai budaya, mengawali pembukaan PKB 12 Juni 2010 di sepanjang Jalan Hayam Wuruk, mulai dari depan bangsal Jaya Sabha Gubernuran hingga Taman Budaya, lalu lintas dalam kota Denpasar akan diatur sedemikian rupa oleh Dinas Perhubungan Kota Denpasar.
"Lalu lintas pada pawai budaya itu dirancang sedemikian rupa agar terlaksana dengan baik, dan lalu lintas juga dapat berfungsi secara maksimal," ujar Bagus Sedhawa.
Masalah parkir telah dikoordinasikan dengan unsur-unsur terkait, dengan harapan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat penonton maupun seniman yang mengisi acara PKB.
Demikian pula masalah keamanan dikoordinasikan oleh Kepolisian Kota Besat (Poltabes) Denpasar selaku Wakil Ketua III PKB.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komandan Komando Resort Militer (Korem) 163 Wirasatya, Komando Distrik Militer (Kodim) Badung, Dinas Trantib Kota Denpasar, Polisi Pamong Praja Provinsi Bali, dan Paruman Pecalang Kota Denpasar.
"Semua itu diharapkan mampu mendukung kelancaran, keamanan, dan kenyamanan selama sebulan PKB berlangsung," katanya.
Selama sebulan itu digelar 180 kali pementasan oleh duta seni dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali serta 12 tim kesenian dari sejumlah daerah di Indonesia dan sembilan tim kesenian dari mancanegara, ujar Ida Bagus Sedhawa.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026