Denpasar (ANTARA) - Basarnas Bali menemukan jasad seorang nelayan yang diyakini merupakan pemilik jukung yang pada Kamis (20/11) lalu terombang-ambing tanpa pengemudi di Pantai Karang, Denpasar.
“Pencarian tim SAR gabungan selama 3 hari akhirnya membuahkan hasil, nelayan yang sempat dikabarkan hilang di Perairan Pantai Karang Sanur pada hari Kamis akhirnya ditemukan hari ini,” kata Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya di Denpasar, Sabtu.
Tubuh nelayan bernama Wayan Dana (60) itu ditemukan sekitar pukul 09.50 Wita setelah tim SAR mendapat informasi dari nelayan lainnya bahwa terlihat tubuh terapung pada posisi telungkup pagi tadi.
“Saat didekati terlihat korban masih mengenakan baju kotak-kotak dan celana abu-abu, sesuai ciri-ciri nelayan yang hilang, informasi penemuan itu segera ditindaklanjuti tim SAR gabungan,” ujar Nyoman Sidakarya.
Sebelumnya, hilangnya Wayan Dana pertama kali diketahui karena banyak yang melihat sebuah jukung atau perahu kecil terombang-ambing di Pantai Karang, dengan posisi mesin perahu masih menyala.
Sejumlah orang merekam jukung tersebut hingga beredar di media sosial.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Basarnas Bali, korban mulai melaut pada hari Kamis lalu pukul 07.00 Wita, namun siang harinya yang kembali ke permukaan hanya jukungnya.
"Kurang lebih pukul 14.30 Wita jukung atau perahu ditemukan oleh Boat rute Sanur-Nusa Penida dan langsung diteruskan ke tim Balawista, tim Balawista bersama nelayan setempat telah menarik jukung ke pinggir Pantai Mertasari Sanur sekitar jam 16.00 Wita,” kata Kepala Kantor Basarnas Bali.
Tim SAR sendiri baru mendapat informasi hari tersebut sekitar pukul 18.20 Wita sehingga segera diterjunkan empat orang personel yang bertugas menyisir sepanjang bibir pantai.
Upaya penurunan alut SAR laut tidak memungkinkan saat itu sebab sudah gelap jarak pandang terbatas, dan akhirnya tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Baru pagi tadi nelayan pemilik jukung berwarna biru putih itu ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia.
"Jenasah Wayan Dana ditemukan sekitar 8,9 Nm barat daya dari titik ditemukan jukung miliknya, selanjutnya korban dievakuasi menuju pelabuhan Benoa untuk kemudian dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung,” ujar Nyoman Sidakarya.
Selama berlangsungnya pencarian hingga evakuasi, Basarnas Bali turut dibantu TNI AL, Polairud Polda Bali, Pol Air Polresta Denpasar, BPBD Denpasar, BPBD Badung, Potensi SAR 115 Arjuna Rescue, Potensi Bali Rescue, Potensi Namru, Potensi Bali Emergency Response, Potensi Dewata Rescue Service, Potensi Orari, keluarga korban dan masyarakat setempat.
