Badung, Bali (ANTARA) - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa berkomitmen mengembangkan pertanian khususnya tanaman bawang merah untuk memperkuat ketersediaan pangan di daerah ini.
“Saya juga meminta kepada Dinas Pertanian untuk terus memperluas ini, karena kami harus memastikan ketersediaan pangan untuk masyarakat di Badung, sekaligus untuk menjaga pengendalian inflasi daerah,” ujar Bupati Adi Arnawa saat memanen bawang merah, di Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.
Ia mengatakan dirinya mengapresiasi seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Pangan serta para petugas pekaseh yang telah ikut menyukseskan visi misi pemerintah dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru secara merata.
Menurut dia, program itu dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Badung melalui optimalisasi potensi wilayah dan mengintegrasikan pembangunan sektor pertanian dengan pariwisata.
Bupati Adi Arnawa menjelaskan untuk memajukan sektor pertanian, Dinas PUPR Badung juga telah melakukan sejumlah peritel, seperti memperbaiki saluran irigasi pada subak Padedekan, Desa Angantaka, Badung sepanjang 4 kilometer.
“Ini merupakan wujud bukti bagaimana komitmen kami untuk selalu berpihak kepada para petani dalam rangka menjaga ketersedian pangan. Kami akan berjuang untuk memastikan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Badung,” kata dia lagi.
Kadis Pertanian Badung I Wayan Wijana mengungkapkan selama tahun 2025 ini ada pengembangan bawang merah seluas 12 hektare.
“Kami sebar di Kecamatan Abiansemal dan di Kecamatan Mengwi, karena memang layak secara geografis untuk dikembangkan. Di Subak ini kami ada 2 hektare dengan kualitas Super Philip dengan hasilnya sekitar 13 ton per hektare,” ujar dia pula.
Selain mengembangkan bawang merah, pihaknya juga melakukan pengembangan cabai rawit seluas 45 ha guna memenuhi ketersediaan terutama ketika terjadi gejolak harga cabai yang biasanya akan terjadi bulan Desember hingga Februari.
“Jadi, ketika petani produksinya menurun, pemerintah hadir dengan program pengembangan cabai rawit, kami berharap bisa memenuhi ketersediaan cabai di pasaran menjelang akhir tahun dan juga menjelang awal tahun,” kata Wayan Wijana.
Baca juga: Kementerian Pertanian pantau beras di Jembrana
Baca juga: Komisi IV DPR RI berjanji bantu pertanian organik di Bali
Baca juga: Disperpa: "Badung Promo Tani" tingkatkan kesejahteraan petani lokal
Baca juga: ITDC bantu pasarkan beras organik Bali
Baca juga: Dinas Pertanian dan Pangan Badung promosikan hasil pertanian lokal
