Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menjadikan momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2026 untuk memperkuat optimisme hubungan diplomatik Indonesia dan China.
"Mari menjadikan Imlek momentum memperkuat persahabatan, kerja sama dan optimisme membangun masa depan lebih baik," kata Koster saat menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek yang diadakan Konsulat Jenderal China di Denpasar, Bali, Selasa.
Gubernur Bali menambahkan Indonesia khususnya Pulau Dewata memiliki kesamaan dengan China di antaranya dalam budaya, disiplin dan pekerja keras serta memiliki spiritualitas yang tinggi.
"Momentum Imlek juga berpotensi besar memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ucap Koster.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah kunjungan wisatawan asa China pada 2025 mencapai 537 ribu atau naik dibandingkan 2024 mencapai 448 ribu orang.
Meski begitu, jumlah itu masih lebih rendah dibanding realisasi 2019 yang mencapai 1,2 juta orang turis asal Negeri Panda itu.
Menurut dia, kerja sama mendatang dengan China tidak hanya di sektor pariwisata, tapi juga diperluas untuk sektor pendidikan, serta pembangunan sumber daya manusia melalui program pertukaran pelajar, beasiswa, hingga peningkatan bahasa dan teknologi.
Harapannya, lanjut dia, generasi muda memiliki daya saing global dengan tetap menjaga jati diri bangsa dan kearifan lokal Bali.
Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok Zhang Zhisheng menjelaskan Tahun Baru Imlek menjadi elemen penting keberagaman budaya Indonesia.
Peluncuran logo Imlek Tahun Kuda 2026 oleh Pemerintah Indonesia, lanjut dia, menjadi contoh keharmonisan, inklusivitas sosial serta keberagaman budaya.
Diplomat senior itu juga menjelaskan makna Tahun Kuda dalam budaya tradisional Tiongkok, yakni kuda melambangkan semangat juang, kemajuan dan tekad untuk terus maju.
"Kami percaya bahwa pada tahun baru ini hubungan antara Tiongkok dan Indonesia akan semakin dinamis dan berkembang pesat, pekerjaan dan kehidupan akan semakin lancar dan setiap upaya yang dilakukan akan membuahkan keberhasilan," ucap Zhang.
Sementara itu, pihaknya juga akan mendorong pertukaran persahabatan dan kerja sama praktis antara Tiongkok dan tiga provinsi wilayah konsuler yakni Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, salah satunya terkait layanan visa.
"Kami akan berkoordinasi dengan instansi Tiongkok untuk mengoptimalkan proses persetujuan visa dan mempersingkat waktu pengajuan, sehingga kunjungan ke Tiongkok untuk keperluan wisata, studi, kunjungan keluarga, maupun kegiatan lainnya dapat menjadi lebih mudah dan cepat," ucapnya.
Pada perayaan Imlek 2026 tersebut juga menampilkan pertunjukan seni dan budaya kedua negara, di antaranya barongsai, tari janger, hingga lagu-lagu khas Mandarin dan bahasa Indonesia dan bahasa Bali.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026