Bangli, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangli Provinsi Bali meluncurkan elektrifikasi pembayaran retribusi (E-Retribusi) pasar sebagai langkah modernisasi pengelolaan pasar tradisional.
"Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memodernisasi pengelolaan pasar tradisional dan meningkatkan transparansi serta efisiensi dalam pembayaran retribusi," kata Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam siaran pers Diskominfo Kabupaten Bangli di Bangli Minggu.
"Dengan sistem ini, kami berharap dapat mempermudah para pedagang dalam melakukan pembayaran retribusi, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas," ujarnya ujar Bupati dua periode itu.
Didampingi Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar saat acara peluncuran, Bupati menyampaikan apresiasi atas inovasi ini.
Peluncuran E-Retribusi Pasar adalah langkah maju dalam meningkatkan pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah.
Baca juga: Pemkab Bangli raih penghargaan DetikBali 2025
Peluncuran E-Retribusi diselenggarakan di halaman parkir Kantor Bank Pembangun Daerah Bali Cabang Kecamatan Susut, Bangli.
Sistem E-Retribusi Pasar ini juga memungkinkan para pedagang untuk melakukan pembayaran retribusi secara non-tunai melalui berbagai metode pembayaran digital, seperti QRIS, transfer bank, dan dompet digital.
Hal ini diharapkan dapat mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah dan meminimalkan kontak fisik dalam transaksi.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bangli Ni Luh Ketut Wardani menjelaskan bahwa sistem ini telah melalui tahap uji coba dan sosialisasi kepada para pedagang pasar.
"Di dalam penggunaan sistem E-Retribusi in, kami awali dengan melakukan sosialisasi, penginputan data serta pelatihan kepada para pedagang. Kami juga menyediakan tim pendampingan untuk membantu pedagang yang mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem ini," jelasnya.
Baca juga: Pemkab Bangli dan Kejaksaan kawal pembangunan desa
"Semoga dengan adanya sistem E-Retribusi Pasar ini, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional dan menciptakan ekosistem pasar yang lebih modern dan efisien", ungkap Kadis asal Kubu Bangli ini.
Hadir dalam acara tersebut, penjabat Sekretaris Daerah Bangli, Kepala Divisi dana dan jasa Bank BPD Bali, Kepala cabang BPD Bangli, Camat Susut, dan Kapolsek Susut.