Bangli, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Bali, menciptakan program kerja 2027 yang dapat memperkuat kebijakan nasional guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami harus memastikan pembangunan tetap mengedepankan kekayaan sumber daya alam, manusia, dan budaya yang kami miliki," kata Asisten lll Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli I Gede Eddy Hartawan di sela-sela Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Bangli, Bali, Senin.
Ia menekankan RKPD 2027 merupakan penjabaran tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Bangli 2025-2029.
Penyusunan rencana itu, kata dia, diarahkan untuk memperkuat sinergi dengan kebijakan nasional, termasuk delapan misi Asta Cita dan 17 Program Prioritas Presiden RI, serta selaras dengan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.
Ia menjelaskan RKPD 2027 mengusung tema penguatan pondasi transformasi ekonomi Bangli berbasis potensi lokal dalam Bangli era baru.
Adapun lima prioritas pembangunan yang ditekankan pada 2027 meliputi perlindungan dan pengembangan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya lokal.
Kemudian peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan ketenagakerjaan, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan pemerataan infrastruktur.
Selain itu, pelestarian lingkungan, dan mitigasi bencana serta penyelenggaraan pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Pihaknya memastikan program kerja akan dijalankan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan perencanaan.
Pada forum yang dihadiri anggota DPRD Bangli, jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, akademisi, serta organisasi kemasyarakatan itu pihaknya memaparkan target indikator makro ekonomi termasuk upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Target itu, kata dia, sesuai dengan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah yang selaras dengan visi Provinsi Bali dan nasional.
"Forum ini bukan sekadar formalitas, melainkan wadah bagi kami semua untuk memastikan setiap rupiah dari APBD 2027 benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Bangli secara tepat sasaran dan berkelanjutan," ucapnya.
