Bangli, Bali (ANTARA) - Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menekankan pentingnya kebijakan berbasis riset guna memaksimalkan inovasi daerah dan efektivitas pemerintahan pada 2026.
“Kami telah membuktikan lompatan besar dari peringkat bawah hingga kini menjadi yang terbaik di Bali. Pada 2026, target kami cuma satu menjadi kabupaten terinovatif di Indonesia,” kata Sedana Arta di Bangli, Bali, Kamis.
Bupati Bangli menginstruksikan seluruh camat, kepala desa, dan kepala sekolah untuk mengkonversi setiap masalah menjadi peluang inovasi.
Alasannya, inovasi berperan penting mendukung visi pembangunan berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.
“Mari kita buktikan Bangli itu hebat, bangkit, dan unggul. Optimalkan potensi lokal untuk mengejar ketertinggalan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Nengah Wikrama menjelaskan Kabupaten Bangli mencatatkan prestasi yang meningkat dalam empat tahun terakhir berkat inovasi melalui ajang penghargaan Pemerintah Daerah Inovatif (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
“Dari kabupaten yang sebelumnya kurang diperhitungkan, kini Bangli menjelma menjadi salah satu yang paling progresif di Indonesia,” ucapnya.
Adapun prestasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Bangli pada 2022 mencatat skor 36,51 dengan menduduki peringkat 260 nasional.
Kemudian merangkak pada 2023 menjadi posisi ke-120 nasional dengan skor 49,96.
Setahun kemudian mencatat skor 63,33 dan menduduki peringkat ke-54 nasional dan meraih kategori "Sangat Inovatif" dalam penghargaan IGA.
Selanjutnya pada 2025, Bangli meraih skor 71,92 dan menduduki peringkat ke-45 nasional serta menyabet peringkat pertama di tingkat Provinsi Bali untuk kluster kabupaten.
Meski kinerja dalam empat tahun terakhir melonjak, namun masih perlu perbaikan karena masih adanya ketimpangan partisipasi.
Dari 317 unit kerja, baru sekitar 21,45 persen yang aktif melaporkan inovasi.
Motor penggerak utama saat ini masih didominasi oleh perangkat daerah sebesar 68,96 persen dan bagian sekretariat daerah sebesar 66,66 persen.
Sementara itu, partisipasi di level akar rumput masih menjadi tantangan besar yakni sekolah dasar mencapai 14,72 persen dan tingkat desa/kelurahan hanya satu yang aktif dari total 73 desa/kelurahan.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.