Badung (ANTARA) - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan destinasi wisata yang kotor dapat berpengaruh ke penurunan devisa negara.
“Kalau destinasi kita kotor, tidak ada lagi turis yang mau datang, bisa 3 persen lebih itu dampaknya penurunan devisa dan kunjungannya,” ucap Widiyanti di Kabupaten Badung, Jumat.
Oleh sebab itu Menpar saat mengikuti aksi bersih Pantai Kedonganan meminta giat serupa dilakukan rutin tidak hanya hari ini.
Ia juga meminta aksi bersih sampah di kawasan destinasi diikuti mulai dari siswa sekolah, sehingga menjadi kebiasaan masyarakat sejak kecil hingga dewasa.
“Sejalan dengan arahan presiden, persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama, kerja kolektif, bukan tugas satu pihak, melalui gerakan wisata bersih dan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), kebersihan didorong menjadi kebiasaan sehari-hari bukan hanya kegiatan sesaat saja,” ujar Menpar Widiyanti.
Kementerian Pariwisata sendiri menaruh perhatian besar pada penanganan sampah di destinasi wisata di Bali terutama pantai setelah mendapat arahan dari Presiden Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah belum lama.
Bali menjadi percontohan sebab selama ini Provinsi Bali memberi kontribusi terhadap devisa pariwisata terbesar di Indonesia.
Dari keseluruhan kedatangan wisatawan asing ke Indonesia sepanjang 2024 saja, sebanyak 46 persen atau 6,4 juta orang masuk melalui Bali, sehingga pemerintah mencatat devisa yang berputar sebesar Rp107 triliun dari total Rp243 triliun devisa pariwisata di Indonesia.
Kunjungan wisatawan asing ke Bali terus meningkat, hingga pada 2025 lalu total kunjungan sebanyak 6.948.754 kunjungan.
Menpar menilai Bali merupakan satu permata pariwisata Indonesia, citra pariwisata Indonesia di mata dunia sangat lekat dengan Bali.
Berbagai lapisan masyarakat di Bali hidup oleh pariwisata melalui sektor yang saling terhubung seperti petani, nelayan, pelaku UMKM, pekerja hotel dan restoran, pekerja seni dan perajin, hingga pemandu wisata.
“Jadi kita harus jaga Bali kita, pantai kita, ini dari kebiasaan sehari-hari, dari masyarakat jangan buang sampah sebarangan dan juga dari industri pariwisata harus mengelola sampahnya sendiri,” ujarnya.
