"Demikian pula dari segi volume merosot 37,02 persen dari 30,2 ton pada tahun 2011 menjadi hanya 19,08 ton pada tahun 2012," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan berkurangnya ekspor kopi akibat kondisi pasar yang masih lesu, sehingga produksi yang dihasilkan petani lebih banyak diserap pasaran dalam negeri, termasuk untuk konsumsi bagi wisatawan dalam dan luar negeri yang berlibur ke Pulau Dewata.
Petani setempat lebih mengintensifkan pengembangan kopi, khususnya pengembangan tanaman kopi organik, yang pemeliharaan dan perawatannya tidak lagi menggunakan pestisida. (*/M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.