Melambatnya ekspor dipengaruhi oleh ekspor antardaerah yang mengalami perlambatan, dari 24,32 persen (YOY) di triwulan I menjadi sebesar 15,30 persen (YOY) di triwulan II-2012, kata Asisten Direktur Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah III/Denpasar, Sunarto, Selasa.
Sementara itu komponen ekspor tumbuh positif pada level rendah, sebesar 0,23 persen (YOY). Hal tersebut juga terindikasi dari data ekspor mencatatkan pertumbuhan positif, meskipun relatif tipis setelah lima triwulan berturut-turut mengalami kontraksi pertumbuhan.
Nilai ekspor pada triwulan II-2012 mencapai 161,01 juta dolar AS, tumbuh 0,16 persen (YOY). Namun volume ekspor masih mengalami kontraksi 4,73 persen (YOY), dengan volume sebesar 34,64 ribu ton.
Sunarto mengatakan, secara umum ekspor Bali masih didominasi oleh ekspor perikanan (19,14 persen), perhiasan (13,77 persen), dan perabotan rumah tangga (12,13 persen) disamping hasil kerajinan lainnya.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.