Umat Hindu di Buleleng Mempersiapkan Hari Kuningan

Umat Hindu di Buleleng Mempersiapkan Hari Kuningan

Arsip Foto-Umat Hindu membawa sesajen saat persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan, Denpasar, Bali. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala/wdy/2017)

Singaraja (Antara Bali) - Kalangan umat Hindu di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali menyiapkan berbagai jenis kebutuhan ritual dan persembahyangan menjelang Hari Suci Kuningan pada Selasa (11/11).   

"Kami paling banyak menyiapkan sarana ritual untuk esok hari. Seperti berbagai jenis banten dan makanan khas yakni nasi kuning," kata Made Pasek Wijaya (45), salah satu warga Singaraja, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa perayaan Kuningan kali ini dirayakan seperti perayaan hari besar Hindu lain dengan memasak dan juga menyiapkan berbagai jenis kebutuhan sehari sebelum perayaan dilaksanakan.

Pasek mengungkapkan Kuningan dirayakan bukan hanya sebatas ritual semata, tetapi lebih kepada mendekatkan diri kepada Tuhan selain sebagai sarana berkumpul bersama keluarga.

Persiapkan perayaan dilaksanakan sejak pagi hari. Kalangan leki-laki menyiapkan dan memasak berbagai jenis makanan khas Bali seperti lawar dan aneka olahan daging. Sedangkan pihak perempuan khusus membuat sarana banten.

"Dari pagi sudah sibuk semua. Kami sengaja menggarap lebih pagi sehingga nanti selesai tidak terlalu larut malam," terang dia.

Akademisi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Putu Sanjaya Mag mengungkapkan bahwa Kuningan merupakan Hari Suci yang jatuh pada 10 hari setelah Galungan.  
   Kuningan secara kalender Bali yakni pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan.

"Secara makna dapat dipaparkan bahwa 'Kuningan' memiliki makna 'kauningan' yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi diri dan mulat sarira," terang dia. (WDY)