CPI Membantu Pakan Ternak Pengungsi Gunung Agung (Video)

CPI Membantu Pakan Ternak Pengungsi Gunung Agung (Video)

Goverment Relation Charoen Pokphand Indonesia I Gusti Ngurah Alit (kanan) menyerahkan secara simbolis pakan ternak warga pengungsi Gunung Agung kepada Bupati Karangasem Gusti Ayu Mas Sumantri di Tanah Ampo, Karangasem. (Antara Bali/Komang Suparta/wdy

Denpasar (Antara Bali) - PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) sebagai salah satu perusahaan penyedia pakan ternak kembali menyerahkan pakan hijau ternak (PHT) kepada pengungsi Gunung Agung.

Goverment Relation Charoen Pokphand Indonesia, I Gusti Ngurah Alit di Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem, Bali, Senin mengatakan penyerahan bantuan pakan ternak kepada pemilik petani atau peternak sapi yang selama ini tinggal di pengungsian.

"Sebelumnya kami sudah memberikan bantuan pakan ternak berupa 50 ton pakan konsentrat dan tiga unit truk untuk proses evakuasi ternak milik warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Agung," ucapnya.

Ia mengatakan secara berkesinambungan akan memberikan bantuan, khususnya pakan ternak milik para pengungsi yang tersebar di sejumlah lokasi di Bali. Saat ini pihaknya masih fokus untuk ternak yang diungsikan berada di penampungan hewan di Karangasem, yakni di Banjar Samuh, Desa Bugbug.

"Kami sangat menyadari mengenai kebutuhan pakan ternak bagi warga pengungsi. Sebab mereka akan kesulitan mencari pakan ternak. Oleh karena itu kami dari perusahaan pakan ternak berupaya memberi motivasi dengan tujuan perusahaan lain bisa membantu memberikan sumbangan pakan ternak," ujarnya.

Ngurah Alit mengatakan salah satu hal krusial yang menjadi beban untuk para peternak adalah masalah pakan untuk ternak mereka (milik pengungsi), dan hewan sapi lebih diutamakan karena pemeliharaan sapi lebih sulit dan membutuhkan ketersediaan pakan yang mencukupi dibandingkan dengan ayam yang bisa dipanen dan dijual.

"Oleh karena itu perusahaan kami sudah selalu siap membantu sesuai dengan perkembangan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian para petani tidak merasa resah dan khawatir hewan peliharannya tidak mendapatkan pakan," ucapnya.

Ngurah Alit menjelaskan hingga saat ini jumlah ternak yang sudah dievakuasi sebanyak 6.459 ekor, terdiri dari 5.718 ekor Sapi, 534 kambing dan 207 babi . Tempat penampungan berada di 43 titik yang tersebar di tujuh kabupaten, yaitu Kabupaten Karangasem, Klungkung, Gianyar, Buleleng, Bangli, Tabanan, dan Kota Denpasar.

"Bantuan yang kami berikan sebagai bentuk komitmen dalam membantu masyarakat sesuai dengan program pemerintah untuk membentuk tim kesiapsiagaan darurat bencana," ucapnya.

Dikatakan, dalam membentuk tim kesiapsiagaan tersebut terdiri dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali dan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem.

Karena wilayah yang harus dievakuasi cukup luas serta populasi ternak yang terevakuasi semakin meningkat, Satgas menfasilitasi pelaku industri di bidang peternakan yang akan berperan serta memberikan bantuan berupa pakan ternak dan truk untuk mengevakuasi ternak yang dibutuhkan oleh peternak.

Ngurah Alit berharap apa yang diberikan ini bisa sedikit meringankan beban para peternak yang merupakan korban bencana Gunung Agung sehingga ternak mereka berada di tempat penampungan aman.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengucapkan terima kasih kepada perusahaan swasta CPI yang telah membantu pakan ternak milik warga masyarakat pengungsi.

"Saya berharap kepada perusahaan lain untuk peduli terhadap tenak para pengungsi Gunung Agung. Sebab aset masyarakat tersebut adalah ternak. Dengan adanya bantuan tersebut diharapkan warga pengungsi bebannya terpantu, terutama mendapatkan pakan ternak yang selama ini dititipkan di penampungan sementara," ujarnya.

Ia mengatakan bantuan dari perusahaan CPI berupa pakan ternak tersebut didanai dari dana sosial (corporate social responsibility/CSR). Hal ini sangat penting dilakukan oleh swasta sehingga yang lainnya tergugah untuk turutserta membantu.

"Mudah-mudahan bencana tersebut cepat berakhir, sehingga para pengungsi bisa kembali ke kampung halamannya dan kembali beraktivitas seperti biasa. Namun dengan kondisi seperti sekarang, warga kami merasa cemas dan khawatir. Karena ini adalah bencana alam yang tidak bisa diprediksi," katanya. (WDY)

Video oleh I Komang Suparta